oleh

FRAS Sulteng Meminta Moeldoko Serius Mengurus Reforma Agraria

Celebesta.com – PALU, Penerima Yap Thiam Hien Award 2018, Eva Bande meminta Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko dan rekan-rekan yang mengusung agenda Reforma Agraria untuk serius menyelesaikan masalah agraria akut di Indonesia.

Menurut Eva, Koordinator FRAS Sulteng bahwa Konflik Agraria yang menjadi sejarah hitam NKRI dari rezim ke rezim ini harus diselesaikan secara terhormat bukan menjadikan masalah rakyat itu sebagai kendaraan untuk mencari panggung sendiri, yang tebal kepentingan politiknya.

“Road show tidak menjawab konflik akut antara rakyat dengan korporasi dan negara. Seharusnya Moeldoko dan rekan-rekan yang terhimpun dalam Tim KSP melakukan upaya terobosan yang bersifat segera untuk menghentikan berbagai sengketa agrarian,” ungkap Eva dalam rilisnya yang diterima Celebesta.com, Senin, (22/3/2021).

Rakyat di mana-mana sedang berhadap-hadapan dengan korporasi plus negara. Olehnya itu, kata dia, maka Tim KSP mestinya mempercepat pemeriksaan kasus, memeriksa lisensi-lisensi bermasalah, memulihkan keadaan sosial ekonomi para korban, dan membebaskan para aktivis maupun petani yang berjuang mempertahankan ruang hidupnya.

“Road-road show itu disudahi saja. Janganlah derita dan persoalan rakyat menjadi medium publikasi, apalagi untuk pengalihan masalah Pak Moeldoko yang sedang disoroti terkait KLB Partai Demokrat,” harap dia.

Fras Sulteng meminta kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil alih penyelesaian konflik agraria Indonesia di sisa masa jabatan yang tersedia.

“Dimohon dengan sangat, Bapak Presiden tidak menyerahkan kepemimpinan dan tanggung jawab masalah kronis negeri ini kepada unit kuasa di bawah Presiden,” sambung dia.

Sudah saatnya masalah Rakyat dari masa ke masa ini dipercepat penyelesaiannya, melalui suatu prosedur taktis dengan membentuk Tim Khusus Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria yang berada dalam kontrol langsung Bapak Presiden Joko Widodo.

“Rakyat sedang menunggu dan memastikan keadilan sungguh ada, bukan mimpi,” tutup Eva. (*)

Editor: Arman Seli

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan