oleh

Tim SAR Gabungan Terus Evakuasi Korban Tertimbun di Area Tambang Emas

Celebesta.com – PARIMO, Tim SAR gabungan fokus evakuasi korban longsor tambang emas illegal di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (26/2/2021).

Kejadian ini kemarin, Rabu (24/2/2021) dan Tim SAR gabungan sudah melakukan evakuasi yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Basarnas, Tagana, dan BPBD.

Kapolres Parimo AKBP Andi Batara Purwacaraka, SH, SIK menuturkan, kejadian ini kemarin terjadi sekitar pukul 20:15 dan Tim SAR gabungan sudah melakukan evakuasi.

“Evakuasi sudah berlangsung dari kemarin cuma memang situasi malam, sehingga banyak kendala-kendala, yang mana di lapangan sudah ada Kepolisian dari TNI, ada dari Basarnas, kemudian ada juga dari BPBD Provinsi, sudah turun semuanya,” ujar Kapolres Parimo.

Jumlah untuk Polri sendiri itu sekitar 60 personil dan dari pihak Polres lagi persiapan untuk bergeser ke lokasi.

“Kalau untuk jumlahnya, kami dari Polri berjumlah sekitar 60 personil dan dari Polres pun juga lagi persiapan untuk bergeser ke sini untuk melaksanakan kegiatan evakuasi. Kegiatan ini pada saat kemarin saya sudah monitor dan kemarin pun tim dari Polres sudah turun, gabungan dengan Direktorat Perinsus,” jelasnya.

Kemudian Andi Batara mengatakan, akan tetap melakukan proses hukum tapi untuk sementara ini hanya fokus melaksanakan evakuasi korban jiwa.

“Penegakan hukum itu sudah pasti akan kita lakukan proses penegakan hukum. Jadi mungkin untuk sementara saya menyampaikan kita berfokus untuk melaksanakan evakuasi. Karena memang kejadian dari tadi malam jam 20:15 dan sekarang ini sudah sekitar Jam 08:00 pagi. Sehingga kita berfokus ke kegiatan evakuasi dulu,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, operasi SAR gabungan sesuai dengan SOP yaitu selama 7 hari mulai dikerahkan dari jam 7 pagi sampai sampai jam 6 sore.

“Lama operasi sesuai SOP itu selama 7 hari tetapi kita mengharapkan jangan sampai 7 hari, kalau kita bisa menyelesaikan hari ini yah hari ini juga harus diselesaikan dan dikerahkan mulai dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore,” harapnya.

Kapolres berharap sehubungan dengan masalah simpang siurnya data masyarakat dihimbau agar tetap menunggu hasil pelaksanaan kegiatan Tim SAR gabungan dan akan membuat rilis setelah kegiatan selesai.

“Kami berharap kepada seluruh masyarakat tetap menunggu hasil pelaksanaan kegiatan Tim SAR gabungan ini nanti setelah selesai kegiatan pelaksanaan kami akan melaksanakan briefing melaksanakan kegiatan evakuasi hasilnya seperti apa baru nanti mungkin ada yang dikeluarkan untuk melaksanakan rilisnya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Andhy Johannes menyampaikan jumlah personil pada pos Parigi Moutong itu 8 personil dan 4 Personil menyusul dari Palu.

“Anggota personil kami yang berada pada Pos Parigi Moutong jumlahnya 8 personil, kemudian 4 personil dari palu menyusul sekitar jam 3 subuh dengan peralatan evakuasi. Jadi jumlah Basarnas yang ada dilokasi sekarang berjumlah 12 orang dan nanti kita terbentuk dalam Tim SAR gabungan nanti disini,” ucap Andhy.

Lebih lanjut, Andhy menjelaskan Tim Gabungan ada dari Polres, Koramil, BPBD, dan dari Tagana dan kita sudah brifing. Selain itu, kita membentuk posko dan menyampaikan jumlah kekuatan kita sehingga keseluruhan personil yang tergabung dalam evakuasi.

“Kalau ada penemuan jenazah di lokasi bisa memberikan akses pada saat bekerja, karena kalau lihat kondisinya juga enam meter di bawah itu kita harus buka aksesnya dulu supaya bisa evakuasi,” tutupnya. (*)

Penulis: TIM

Editor: Jumriani S

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan