oleh

PTPN XIV Tak Ada Kontribusi pada Masyarakat Lembobelala

Celebesta.com – MORUT, Kepala Desa Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Johnson Tagoe menyebut PT. Perkebunan Nusantara (PTPN XIV) Unit Usaha Kebun Beteleme tidak berkontribusi apa-apa terhadap masyarakat maupun desa Lembobelala, Selasa (5/1/2021).

Menurut Johnson Tagoe, perusahaan ini sudah mengambil sebagian besar wilayah desa Lembobelala secara sepihak sejak era Presiden Soeharto. Namun, selama PTPN XIV menyulap areal pertanian warga menjadi kebun karet. Selama itu pula, kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan desa tidak pernah dirasakan.

“Kurang lebih 30 tahun lebih perusahaan ini beroperasi, karena tahun 1982 sudah mulai pembibitan dan tahun 1983 mereka sudah mulai menanam,” tuturnya.

Awalnya kata Johnson, PTPNX XIV merupakan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dimana wilayah hak guna usaha yang dimiliki hanya berada di Desa Beteleme, Ronta, Petumbea dan Poona. Namun, kata dia entah kenapa desa Lembobelala justru menjadi areal perkebunan paling luas dari desa-desa yang menjadi wilayah konsesi PTPN XIV, saat itu masih PIR.

“Dulu memang wilayah yang sekarang dikuasai PTPN XIV itu masih kosong, kurang lebih 12 km dari Ibukota Kecamatan Beteleme masuk ke kampung Lembobelala. Saat itu kami keberatan dan sempat masyarakat tahan, karena titik HGU mereka sudah menyeberang masuk sampai ke dalam kampung,” jelas Johnson.

Sampai saat ini kata dia, rumah yang ia tinggali bersama keluarganya masih bersengketa dengan pihak perusahaan PTPN XIV. Menurutnya, rumah miliknya dan sebagian besar lahan pertanian dan perkebunan warga juga masuk dalam areal HGU PTPN XIV.

Padahal kata dia, tanah itu jelas-jelas adalah milik orang tuanya sebelum PTPN XIV mengklaim wilayah mereka.

“Orang tua saya sudah tinggal di sini dan berladang di sini sejak tahun 1979. Tanah di depan kita itu adalah milik orang tua saya dan rumah ini merupakan tanah orang tua istri saya,” kata Johnson sambil menunjuk tanah milik orang tuanya.

Ia mempersoalkan sikap PTPN XIV yang cenderung monopoli dan tidak menguntungkan warga di Lembobelala.

Sementara kata dia, tanah yang saat ini dikelola masyarakat juga tidak dikelola perusahaan selama PTPN XIV mengantongi izin hak guna usaha.

“Jadi, wajar dong kalau kami mengambil kembali apa yang menjadi hak kami. Mereka juga kan tidak pernah permisi saat mengambil alih tanah kami, perusahaan langsung main serobot tanpa permisi dulu dengan pemilik tanah,” tegas Johnson.

Editor: Abd. Rauf

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan