Celebesta.com – PALU, Dalam situasi Covid-19 tentu menjadi kendala sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan saat ini.
Kampus misalnya, berbagai keluhan dirasakan oleh mahasiswa terutama dalam penugasan mata kuliah tanpa adanya pembelajaran tatap muka.
Menurut Akademisi Universitas Tadulako (UNTAD), Muchdar Harundja, S.Pd., M.Pd saat ditemui Celebesta.com, Rabu (30/12/2020) mengatakan, proses perkuliahan seperti tidak ada dialektika dan interaksi sosial.
Menurutnya, trend hari ini soal jaringan terutama mahasiswa yang berada di daerah terpencil. Sehingga, kata Muchdar sapaan akrabnya perlu adanya inovasi baru dalam pembelajaran.
“Dari sisi dosen yang diperlukan adalah kemampuan adaptasi seperti Learning Management System (LMS),” ungkapnya.
“LMS termasuk aplikasi yang baik mendukung segala civitas perkuliahan,” sambung Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP, UNTAD itu.
Walaupun demikian, menurutnya rancangan pembelajaran semester ke dalam aplikasi LMS jadi tantangan, LMS juga seperti tidak bergerak.
“Kita sudah maksimal, tetapi di sisi lain lembaga yang membawahi Mata Kuliah Umum (MKU) meminta laporan, sementara LMS itu merekam semua aktivitas pembelajaran jadi tumpang tindih. Kita juga diminta bukti pembelajaran via zoom atau Screenshot WhatsApp,” jelasnya.
Muchdar juga sepakat soal program Kampus Merdeka karena, bisa menjadi solusi di tengah pandemi.
“Kampus merdeka itu bisa belajar di kampus mana saja, walaupun terdaftar di satu kampus tertentu dan bisa belajar di kampus lain karena mahasiswa bertanggung jawab atas dirinya,” ungkapnya.
Dengan mengirim proses perkuliahan di aplikasi sehingga hasil pembelajaran dinilai melalui akun mahasiswa.
“Melalui aplikasi dosen bisa kontrol mahasiswa di manapun berada,” tutup Muchdar.
Reporter: Arman Seli






Komentar