celebesta.com – Sigi – Pagi itu, di pemukiman Trans Levonu, desa Lembantongoa, kecamatan Palolo, kabupaten Sigi, warga setempat beraktivitas seperti biasanya tak ada tanda-tanda mencurigakan. Jumat (27/11/2020) lalu.
Kala itu, Korban (Naka) dan Korban Lainnya (Pedi) sedang berada di bawah Pohon Jambu di sekitar rumah, kedua korban saling gunting rambut.
“Naka dan Pedi lagi Gunting Rambut di Bawah Pohon Jambu,” terang Saksi dalam Bahasa daerah.
(Naka ante Pedi Nosigunci ri Pu’u Jambu Jembo Sa’a.)
Menurut Saksi, bahwa dirinya sempat berpikir untuk mengajak Naka mengangkat kayu tetapi tidak jadi, karena ia yang lagi duduk dirumah di hampiri oleh warga lainnya dan mereka pun bercengkrama di tempat itu.
Kemudian suami Saksi dan iparnya sedang membicarakan hasil penjualan kayu dan pergi ke salah satu tempat untuk mengurus hasil penjualan kayunya.
Setelah suami dari Saksi dan iparnya pergi, ada orang tak dikenal (OTK) tiba-tiba muncul di Pemukiman.
“Saya juga tidak tahu pasti dari arah mana mereka (OTK) muncul, tiba-tiba saya melihat mereka berjumlah enam orang di jalan yang sudah di rabat itu. Kemudian orang itu, singgah di rumahnya Naka,” ujarnya.
(Da’a Vo Natantu nipangentaku Peongana tapi nikitaku aono mba’ana Ira ri jala Nirabat ya’a, Langsu Nesai ri sou i Naka)
Lebih lanjut, saksi menuturkan peristiwa pembuhan bahwa Pedi yang di tarik ke dalam rumah kemudian Naka juga ingin masuk kerumah itu, tetapi ada tiga OTK menghalangi Naka di Pintu rumah. Naka Kemudian di seret OTK dan menendang Pahanya
Saksi juga mengatakan bahwa ciri-ciri pelaku yang berjumlah enam orang semua mengenakan baju hitam dan sedikit ada loreng.
“Ira aono mba’ana ya’a nompake baju navuri, naria lorengna eva potugas,” tuturnya.
Menurutnya bahwa pelaku semuanya adalah Laki-laki berjumlah enam orang. lima orang menutup wajahnya seperti mengenakan topeng. Hanya mulut dan mata kelihatan kemudian satu orang wajahnya terlihat itu berambut gondrong.
“Alima ya’a Da’a Nikitaku lenjena apa nitutui Ira, Eva Nompake topeng. Samba’a ya’a to Nanoto lenjena nandoe Vo’ona,” ujarnya.
Menurut saksi bahwa OTK berambut gondrong tersebut yang membunuh Naka.
“Hanya yang membunuh Naka yang saya liat mukanya, badannya kecil, kulitnya putih dan badannya tinggi, rambutnya lurus dan gondrong,” cerita saksi.
(To nopatesi i Naka nikitaku, lenjena naputi, nanggedi, nalanga, nandate vo’ona)
Menurutnya bahwa di saat kejadian jumlah anggota keluarga tidak lebih dari dua puluh orang hanya ada saksi dan seorang perempuan Dewasa dan Sejumlah Anak-anak lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Celebesta.com Sabtu (29/11/2020) di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Saksi mengatakan bahwa ada Gereja Bala Keselamatan (BK) berdinding Papan di bakar (Pos Luar)
Selanjutnya empat unit rumah juga di bakar habis. Kemudian adapula rumah hanya bagian dapur yang terbakar dan isi rumah, Seperti Beras dan Parang diambil oleh Pelaku Pembunuhan.
Sementara itu, penjelasan saksi Berbanding terbalik dengan informasi dari Deki Basalulu (52), Kepala Desa Lembantongoa. Dirinya membantah kalau ada Gereja yang di bakar.
“Yang dibakar bukan gereja, tetapi rumah kelompok kebaktian seperti pondok yang menjadi tempat mereka beribadah, karena disana ada sekitar sepuluh kepala keluarga dari pada mereka mau turun di desa sini agak jauh untuk beribadah, maka mereka buatlah kelompok tempat ibadah, jadi bukan gereja yang dibakar,” ungkapnya
Deki Mengatakan bahwa benar terjadi pembunuhan yang dilakukan OTK, Adapun Korban adalah Yasa,(70) Pinu,(20) Naka,(60)Pedi (18) (Arm)






Komentar