oleh

Agussalim: Cudi Gubernur Masyarakat Adat

PALU – Celebesta.com, Tak banyak yang mengetahui sepak terjang Agussalim dalam kerja-kerja advokasi masyarakat Adat di Sulawesi Tengah, dirinya merupakan bagian penting dalam gerakan masyarakat adat.  Saat ditemui di rumahnya jalan Otista, Kota Palu beberapa waktu yang lalu, Advokat rakyat itu mengatakan bahwa ia mulai melakukan pengorganisasian Masyarakat adat  secara regional di kawasan Sulawesi Tengah  tahun 1993 akhir.

“Waktu itu, saya masih di Walhi bersama jaringan Yayasan Tanah Merdeka (YTM) itu punya satu program untuk masyarkat lokal soal sumber daya alam (SDA) yang  mau dihidupkan adalah organisasi rakyatnya”, kenang Agus sapaan akrabnya.

Pendekatan Sumber Daya itu adalah ke masyarakat adat, lanjut Dia, Walhi dan jaringannya waktu itu melakukan program-program semacam pemetaaan partisipatif hutan adat, advokasi tambang  dan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Kemudian, tepat di tahun 1999 membawa masing-masing dampingannya dari Kabupaten Se Sulawesi Tengah mengikuti Kongres  Masyarakat Adat Nusanstara di Jakarta”, ungkap Agus.

Menurut Agus, moment Pemilihan Kepala Daerah ini saatnya memilih Gubernur Sulawesi Tengah yang siap melayani kepentingan masyarakat adat.

Sejauh ini yang berkomitmen berjuang untuk masyarakat adat yaitu Cudi, saya sudah ketemu dengan beliau membahas tentang arah perjuangan masyarakat adat. Agus juga mengatakan bahwa Cudi adalah Gubernur Masyarakat Adat.

“Tolok ukur adalah rekam jejak sosok pemimpin rakyat dan jangan terjebak dengan Proxi politik sesaat. Rusdy Mastura, mantan Walikota Palu dua Periode berturut-turut merupakan sosok pemimpin rakyat yang dimaksud dan Beliau merupakan aktivis sosial di eranya tahun 70an”, terang Agus.

Tidak heran, sambung Agus beberapa ketertarikannya dengan isu sosial menjadi prioritasnya. Mulai dari isu HAM, Buruh dan Urban Poor (Miskin Kota) menjadikan seorang Rusdy Mastura dikenal sebagai pembela kaum miskin di Kota Palu dan Sulawesi Tengah.

“Bahkan beliaulah yang mengarusutamakan HAM bagi Korban 1965 dengan saat masih menjabat beliau Walikota Palu saat itu.

Advokat Rakyat yang juga penginisiatif AMAN Sulteng itu  menceritakan pertemuannya dengan Calon Gubernur Sulteng, Rusdi Mastura bahwa Walikota Palu dua periode itu ketika ditanyakan soal Indigenous People, dengan lantang Cudi katakan, Sulteng butuh pengakuan atas Sumber Daya Alam bagi penghidupan agraria yang berdaulat.

“Kedaulatan yang dimaksud adalah kemandirian ekonomi, berdaulat secara politik, bermartabat secara budaya”, ungkap Agus.

Reporter: Arman Seli

Editor: Redaktur

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan