Ad Banner

Joisman Tanduru, Ketua Badan Registrasi WIlayah Adat, Sulawesi Tengah (Foto: Arman Seli).

BRWA Sulteng Gelar Workshop Pengelolaan Wilayah Konservasi

 |   |  65 Views

SIGI – Celebesta.com, Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) Sulawesi Tengah menggelar workshop dengan tema “Konsolidasi Parapihak untuk Pengelola Bersama Wilayah Adat di Kawasan Konservasi”, dilaksanakan untuk merespon aspirasi masyarakat yang ada di Kawasan Konservasi, agar wilayah adat itu diakui pemerintah.

Menurut Joisman Tanduru, Ketua BRWA Sulteng kepada Celebesta.com, Kamis (15/10/2020), workshop ini dilaksanakan untuk memperkuat sinergi dan peran para pihak antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya Dirjen KSDAE, BBTNLL, Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan Poso, Masyarakat Adat/Lokal, Akademisi, LSM, dan Swasta.

“Selanjutnya mendiskusikan model managemen kolaborasi pengelolaan kawasan TNLL dan membentuk forum antar pihak pengelolaan kolaborasi kawasan TNLL”, jelas Oi sapaan akrabnya.

Adapun prinsip pengelolaan kolaboratif sambung dia, ada yang disebut prinsip holistik dan integratif.

“Pengelolaan holistik yaitu pengelolaan kawasan yang memperhatikan sesuai fungsi ekologis, ekonomis, sosial dan ekosistem”, ungkap dia.

“Kemudian pengelolaan integratif berdasarkan kerjasama seluruh pihak, menampung seluruh aspirasi pemangku kepentingan dan berdasarkan kesepahaman dan kesepakatan bersama kemudian pembagian kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan”, lanjut dia.

Hal itu dilakukan, mengingat masyarakat adat yang berada di dalam dan sekitar TNLL perlu dilindungi dan diakui keberadaannya sebagai bentuk pelaksanaan implementasi Pasal 18B ayat (2).

Kemudian implementasi Pasal 49, PP Nomor 108 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas PP Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

Reporter: Arman Seli

Editor: Redaktur

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *