Ad Banner

Molu atau Janda Bolong merupakan obat asma atau orang Kamalisi menyebutnya Mone atau Namone (Foto: Arman Seli).

Janda Bolong: Obat Tradisional Orang Salena

 |   |  58 Views

PALU – Celebesta.com, Lagi Viral, Janda Bolong tenyata tumbuh liar di Bukit Salena yang kini tempat itu menjadi Destinasi Olahraga Ekstrim Paralayang.

Orang Salena dalam Bahasa Kaili Sub-etnis Unde menyebutnya Molu. Konon tanaman liar yang jadi perbincangan ini bagi orang Salena digunakan untuk obat bagi penderita Asma atau dalam bahasa lokal disebut Mone atau Namone.

Cara pengobatannya sederhana, cukup daun Janda Bolong dihangatkan di Sumber Api (Nilepo) kemudian oleskan dibagian dada penderita Asma. Hal itu dilakukan secara berulang-ulang hingga penderita pulih dari penyakit Asma.

Walaupun tidak berdasarkan penelitian medis, penggunaan Janda Bolong sebagai obat tradisional sudah dilakukan turun-temurun oleh orang Salena.

Potensi Bukit Salena buka hanya Destinasi Paralayang tetapi juga bisa menjadi Apotik Obat Tradisional. Bahkan bisa menjadi lokasi riset para peneliti kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Salena bahwa Janda Bolong hanya salah satu obat tradisional.

Menurutnya masih banyak jenis-jenis obat lokal lain yang berada di tempat itu. “Molu hanya salah satu jenis obat, masih banyak obat lokal yang lain”, ungkap dia saat ditemui Celebesta.com, Minggu (11/10/2020) di Bukit Salena, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Haerul merupakan Ketua Kelompok Sadar Wisata Paralayang di Bukit Salena sekaligus Pengacara Publik (Foto: Arman Seli).

“Ada Tava Tilu, Taroto, Simambu dan masih banyak lainnya”, lanjut dia.

Molu atau Janda Bolong kata dia, tumbuh menjalar dan akarnya menempel di pohon-Pohon liar.

“Obat tradisional di Bukit Salena perlu untuk dikembangkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Destinasi Wisata”, tutup Haerul.

Reporter: Arman Seli

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *