Celebesta.com – POLMAN, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mengawal pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Polewali Mandar agar dapat segera dimanfaatkan oleh para siswa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka, meninjau langsung progres pembangunan sekolah tersebut di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam kunjungan itu, Sekda didampingi Kepala Dinas Sosial P3A dan PMD Sulbar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sulbar, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar.
Junda Maulana mengatakan, lokasi pembangunan memang cukup menantang karena berjarak sekitar 15 kilometer dari jalan poros. Meski demikian, pembangunan tetap diharapkan berjalan sesuai target tanpa mengabaikan kualitas bangunan.
“Alhamdulillah kita sampai, cukup jauh juga dari Jalan poros, sekitar 15 km masuk ke sini. Dengan medannya memang sedikit menantang untuk sebuah proyek,” kata Junda.
Ia mengungkapkan, pada awalnya Pemerintah Provinsi Sulbar menargetkan mobilisasi guru dan siswa ke asrama dapat dilakukan pada 31 Juli 2026. Namun, berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial dan pihak pelaksana proyek, target tersebut mengalami penyesuaian.
“Kementerian Sosial memberikan waktu hingga 31 Agustus 2026. Kita berharap seluruh pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal tersebut,” ujarnya.
Meski mendorong percepatan pembangunan, Junda mengingatkan agar proses pengerjaan tidak dilakukan secara terburu-buru hingga mengabaikan standar teknis yang telah ditetapkan.
“Kami tidak masuk ke ranah teknis pembangunan, tetapi kami mengingatkan agar pekerjaan diselesaikan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas. Bangunan ini dipersiapkan untuk jangka panjang sehingga harus benar-benar memenuhi standar kelayakan,” tegasnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulbar hanya akan memindahkan siswa ke gedung baru apabila seluruh fasilitas telah dinyatakan aman dan layak digunakan.
“Prinsip kami, karena anak-anak kami memang menempati, kami harus ada jaminan bahwa bangunan ini sudah layak untuk kita tempati,” jelas Junda.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah menampung sekitar 98 siswa dari sekolah rintisan. Ke depan, pemerintah merencanakan penambahan peserta didik sebanyak 270 orang yang terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Namun demikian, Junda menilai kapasitas bangunan yang tersedia saat ini masih belum mencukupi apabila seluruh kuota peserta didik terpenuhi dalam beberapa tahun ke depan.
Ia menjelaskan, dengan 12 ruang kelas yang masing-masing menampung sekitar 30 siswa, kapasitas sekolah hanya sekitar 360 peserta didik. Sementara jika setiap jenjang menerima 270 siswa selama tiga angkatan, kebutuhan daya tampung diperkirakan mencapai lebih dari 800 siswa.
“Karena itu kami sudah menyampaikan kepada pihak balai agar segera mengusulkan penambahan bangunan. Jika tidak ada penambahan, dikhawatirkan tahun depan sekolah tidak bisa lagi menerima peserta didik baru karena kapasitasnya sudah penuh,” katanya.
Selain penambahan gedung, Pemerintah Provinsi Sulbar juga mendorong Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menyiapkan tambahan lahan untuk mendukung pengembangan kawasan Sekolah Rakyat di masa mendatang.
“Alhamdulillah kami mendapatkan informasi bahwa penambahan lahan sudah mulai direncanakan. Ini menjadi langkah penting agar pengembangan Sekolah Rakyat dapat berkelanjutan dan mampu menampung lebih banyak siswa di masa mendatang,” pungkas Junda Maulana. (*)






Komentar