Celebesta.com – MAMUJU, Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024 kabupaten Mamuju telah resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Sebanyak 634 orang PPPK yang terdiri dari 91 orang tenaga kesehatan, 247 orang guru, dan 296 tenaga teknis, menerima SK langsung dari Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi saat upacara bendera di halaman Kantor Bupati.
Sutinah menyampaikan selamat bergabung dalam jajaran pemerintah kabupaten Mamuju bagi segenap PPPK yang baru saja menerima SK.
Bupati memberikan peringatan agar mereka dapat terus meningkatkan kinerja sehingga mampu menjadi jawaban atas kebutuhan aparatur dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selepas penerimaan SK tersebut, Sutinah dengan tegas menyentil segenap ASN baik PNS dan PPPK agar tidak _upgrade_ gaya hidup yang justru dapat merusak kinerja mereka.
“Jadi jangan Tabolabale, yang harus di _upgrade_ itu kinerja dan kedisiplinan, jangan karena sudah terima SK langsung mau meng- _upgrade_ gaya hidup, apalagi meng- _upgrade_ pasangan, kalau itu dilakukan, saya pastikan SK anda tidak akan saya perpanjang,” tegas Sutinah Suhardi.
Penegasan tersebut disampaikan bupati perempuan pertama di Sulawesi barat ini bukan tanpa alasan, pasalnya sebelum penyerahan SK kepada PPPK, dirinya telah menerima laporan dan keluhan adanya potensi perceraian pasca peningkatan status oknum PPPK, sebagaimana dinamika yang terjadi di beberapa daerah lain.
Pesan tersebut penting untuk menegaskan agar kondisi tersebut tidak menjadi fenomena yang mewarnai pengangkatan PPPK di kabupaten Mamuju.
Anak sulung Gubernur Sulbar ini juga menyampaikan selamat kepada semua PPPK yang telah resmi menyandang status sebagai ASN Pemkab Mamuju yang diharapkan dapat menjawab amanah yang telah diterima dengan baik, karena pengangkatan PPPK yang pembiayaannya dibebankan kepada Pemda adalah pilihan yang dilakukan ditengah keterbatasan anggaran, serta pilihan mengakomodasi kepentingan lain yang juga sangat mendesak, seperti pembangunan infrastruktur dan fasilitas kesehatan.
“Tentu ini adalah pilihan, dan saya telah berkomitmen untuk memilih mengangkat bapak dan ibu semua sebagai PPPK ditengah kebutuhan kita yang lain, jadi tolong mari kita bekerja dengan baik, serta menghargai apa yang telah kita terima, karena masih sangat banyak orang yang mau seperti anda semua,” tutup Sutinah Suhardi. (*/Und)






Komentar