oleh

Tagih Janji Gubernur, Petani Tentena Nekat Aksi Mogok Makan dan Cor Kaki

Celebesta.com – PALU, Puluhan warga petani di Tentena, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Mahasiswa Kota Palu melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulteng, nekat melakukan aksi mogok makan dan cor kaki di Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Selasa (24/5/2022).

Aksi yang mereka lakukan untuk menagih janji Gubernur Sulteng atas tindak lanjut terkait persoalan dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas PT. Poso Energy terhadap lahan pertanian warga di sekitar Danau Poso.

Fadel, koordinator lapangan (Korlap) mengatakan aksi ini merupakan aksi yang kesekian kalinya dilakukan oleh masyarakat Danau Poso terkait protes terhadap dampak yang ditimbulkan aktivitas PT. Poso Energy Tersebut. Namun katanya, hingga saat ini belum juga terlaksana dan PT Poso Energy seakan tidak merespon tuntutan para petani selama ini.

“Aksi seperti ini sudah yang kesekian kalinya kami lakukan baik itu di tingkat Kabupaten yakni Bupati dan DPRD Kabupaten Poso, bahkan hingga ke tingkat Provinsi namun tidak juga membuahkan hasil, pertemuan terkahir kami dengan Gubernur sejak 28 Maret lalu. Gubernur berjanji akan melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan PT. Poso Energy, Ahmad Kalla, tapi hingga saat ini lagi-lagi belum membuahkan hasil,” ungkapnya.

Namun kedatangan warga petani Tentena untuk bertemu dengan Gubernur tidak diindahkan, dikarenakan Gubernur Sulteng tidak berada di tempat sehingga massa aksi diterima oleh Tim Ahli Gubernur Sulteng Ridha Saleh.

Ridha Saleh membeberkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengaku telah melakukan mediasi petani Danau Poso dengan perwakilan PT Poso Energy terkait tuntutan ganti rugi atas lahan sawah dan kebun yang terendam akibat bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Proses mediasi pertama sudah ada kepastian dari PT Poso Energy untuk memberikan kompensasi,” ucap Ridha Saleh dihadapan massa aksi.

Dirinya mengungkapkan keinginan massa aksi untuk bertemu dengan Gubernur Sulteng, Rusdi Mastura belum bisa terpenuhi karena Rusdi masih mengikuti rapat di Jakarta.

“Kami juga kaget kenapa tidak sesuai dengan di lapangan. Makanya, nanti kami akan koordinasikan kembali,” jelasnya.

Sementara itu, aksi mogok makan, cor kaki, dan rendam kaki dilakukan oleh kelompok Palu Menjaga Danau Poso yang merupakan komunitas yang bersolidaritas dengan Danau Poso.

Seperti diketahui, pada bulan April 2020, kebun yang berada di sekeliling Danau Poso terendam akibat uji coba pintu air bendungan PLTA Poso 1 milik PT. Poso Energy.

Atas terendamnya sawah tersebut, Poso Energy memberikan ganti rugi dengan 10 kg beras/are, namun belakangan tahun 2022 menjadi 15 kg beras /are. Nilai ganti rugi itupun akhirnya tidak disetujui petani dikarenakan dianggap tidak adil. Sementara hasil perhitungan hasil panen petani adalah 40 kg/are atau 332.000/are.

Aksi tersebut dilakukan oleh Palu menjaga danau Poso, komunitas yang bersolidaritas dengan danau Poso, dengan membawa tiga tuntuntan yakni:

Pertama, Gubernur Sulawesi Tengah yang menjalankan fungsinya sebagai Kepala Daerah dan memenuhi janjinya sebagai Gubernur untuk mewakili suara masyarakat menuntut PT. Poso Energy (dalam hal ini Ahmad Kalla) memenuhi tuntutan masyarakat.

Kedua, PT. Poso Energy mengembalikan siklus normal danau Poso sehingga para petani bisa kembali beraktivitas.

Ketiga, PT. Poso Energy menghentikan pengerukan dan segala bentuk perusakan lingkungan di Danau Poso. (Jum)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan