oleh

Jelang Akhir Tahun, YLK Sulteng Sebut Diskon Cuma Gimik

Celebesta.com – PALU, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulawesi Tengah menyebut tidak ada pemotongan harga yang betul-betul jujur menjelang pergantian tahun.

Saat ini masih dalam masa pandemi tentunya banyak orang yang merasa terdampak sehingga membuat pendapatanya menjadi menurun dan harus memperhitungkan segala pengeluarannya. Akan tetapi sebagian orang juga hal itu tidak berlaku menjelang Libur Natal dan Tahun Baru 2022, karena sejumlah pusat perbelanjaan menjadi ajang pesta diskon di akhir tahun. Tidak sedikit konsumen yang menanti datangnya kesempatan itu.

Sebagian orang yang belum mengetahui bahwa kata diskon itu hanya membuat konsumen terpikat dengan produk tersebut. Sekaitan dengan itu pada kesempatan sosialisasi UU Perlindungan Konsumen yang digelar YLK di cafe Tanaris Juanda, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

Ketua YLK, Salman Hadiyanto menyebut bahwa itu hanya sebuah praktik dengan menaikan harga terlebih dahulu, kemudian baru memberikan potongan-potongan.

“Sebenarnya masyarakat tetap membeli dengan harga suatu produk tanpa diskon, logikanya mana ada pedagang yang mau rugi,” sebut Salman kepada Celebesta.com, Rabu (17/11/2021) malam.

Baca Juga: Ketua YLK Sulteng: Pelaku Usaha Mobil Rental Harus Buat Perjanjian Tertulis

Ia menyampaikan terkait kebiasaan masyarakat menjelang hari-hari besar keagamaan, yang membeli segala sesuatu untuk kebutuhan di hari besar karena adanya diskon.

“Terkait dengan diskon saya hanya pesan kepada pengusaha atau pedagang jika memang sudah di janji bahwa itu diskon maka berikan diskon jangan harga juga sudah dinaikan baru diberi diskon,” ujarnya.

Menurutnya terkadang praktik itu, pengusaha menjual barang-barang yang didiskon tersebut, karena barang tersebut palsu atau lebih dikenal dengan kata KW. “Maka dari itu masyarakat harus jeli dan teliti memilih barang,” kata Salman.

Kemudian ia meminta kepada masyarakat untuk membandingkan harga sebelumnya terlebih dahulu dalam membeli barang untuk memastikan bahwa barang ini betul-betul mendapat potongan harga.

“Misalnya coba masuk di toko baju pilih salah satu baju kemudian baju itu diberi tanda, setelah itu datang 4 bulan kemudian kalau masih ada itu baju coba periksa yang berubah pasti tidak ada. Hanya saja harganya yang dinaikan kemudian di tulis diskon 50 persen, kan itu sama saja dengan harga sebelumnya,” jelasnya.

Lanjutnya, ia menegaskan bahwa tidak ada pusat perbelanjaan yang betul-betul memberikan potongan harga hanya saja menurutnya ia memakai teknik perdagangan.

“Untuk masyarakat se-Sulawesi Tengah kalau ada dapat penawaran diskon, ingat tidak ada pemotongan harga yang betul-betul jujur karena tahun-tahun sebelumnya sudah banyak yang melakukan pengaduan terkait dengan potongan harga,” tegasnya.

Maka dari itu kata Ketua YLK, konsumen perlu pintar dan bijak dalam memilih produk diskon yang ditawarkan tersebut sebab setiap pedagang pasti menginginkan keuntungan tak terkecuali melalui diskon.

“Agar konsumen tidak merasa dirugikan, saya berharap  masyarakat dapat dengan cerdas, dan teliti terlebih dahulu saat berbelanja kebutuhan,” pungkasnya. (Jum)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan