Celebesta.com – MAMUJU TENGAH, Untuk melihat sejauh mana keberhasilan program transmigrasi di Mamuju Tengah, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi (Kemendes PDT Transmigrasi) RI melalui Dirjen Pengembangan Kawasan & Pembangunan Kawasan Transmigrasi, melakukan evaluasi pada Kawasan Transmigrasi Tobadak.
Kemendes PDT Transmigrasi RI menggandeng Institut Pertanian Bogor (ITB) melakukan evaluasi, dan pada Rabu (3/11/21) evaluasi dilaksanakan dengan menggelar Focus Group Discution (FGD) yang menghadirkan lintas profesi dan Organisas Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta para camat sekabupaten Mamuju Tengah.
Penjelasan tim evaluasi dari ITB, DR Ruslan, bahwa pelaksanaan evaluasi pada program Kawasan Transmigrasi Tobadak ini, karena wilayah transmigrasi di Mamuju Tengah khususnya di Tobadak, diharapkan menjadi free muver atau penggerak program yang sama.
“Kawasan Transmigrasi Tobadak dalam pandangan kami, sudah masuk dalam status maju atau menuju berkembang, karenanya, kami harap sudah dapat menjadi free muver bagi kawasan transmigrasi yang lain” jelas DR Ruslan.
Ia menuturkan, pada kawasan transmigrasi Tobadak ini, terdapat beberapa dimensi indikator yang ditemukan, sehingga layak dikatakan sebagai kawasan transmigrasi free muver.
“Dimensi kami maksud adalah, dimensi ekonomi, dimensi sosial ekonomi yang berkembang, dan dimensi sosial budaya, termasuk kemudian di dalamnya dimensi berkembangnya lingkungan, dan secara kelembagaan juga sangat maju manajemennya” tutur DR Ruslan.
Di tempat yang sama, Sekertaris Kabupaten Mamuju Tengah, Askary Anwar, mewakili pemerintah kabupaten Mamuju Tengah, menyampaikan harapannya, agar kiranya kegiatan FGD sebagai proses evaluasi pada kawasan transmigrasi Tobadak, dapat memberikan kontribusi yang besar pada pembangunan Mamuju Tengah.
“Karenanya, besar harapan kami, jika kemudian kawasan transmigrasi Tobadak ini, jadi free muver bagi daerah lain, di mana kawasan Tobadak sendiri juga masuk dalam kawasan strategis nasional, kawasan strategis ekonomi, yang kami kembangkan dengan terintegrasi wilayah sekitarnya” singkat Askary. (Idzam Anjasmara/Und)






Komentar