Celebesta.com – PARIGI, Diduga kedapatan menyimpan Handphone pada saat dilakukan penggeledahan oleh petugas, lima warga binaan diperlakukan tidak manusiawi di Lapas Kelas III Parigi
Hanya persoalan sepeleh, warga binaan (Warbin) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi Moutong (Parimo) ricuh. Puncak kericuhan tersebut tepatnya Kamis (7/10) pukul 16.00 Wita lantaran warga binaan mengaku tidak diperlukan layaknya manusia, berawal dari penggeledahan Handphone menjadi pemicu keributan yang diduga berujung penganiayaan terhadap warga binaan oleh oknum pegawai Lapas.
Warga Binaan, Muhammad Rizal, yang dikonfirmasi oleh sejumlah media menceritakan, ada lima warga binaan diperlakukan tidak manusiawi lantaran kedapatan menyimpan Handphone pada saat dilakukan penggeledahan oleh petugas Lapas Kelas III Parigi.
Muhammad Rizal mengatakan, sebagai warga binaan mereka meminta keadilan dengan ingin dibina mengingat persoalan ini hanya sepeleh, namun penyiksaannya sudah tidak sesuai prosedur.
“Tidak ada profokator di dalam, kejadian ini spontanitas karena hanya persoalan sepeleh, ada lima teman kami dianiaya hanya karena ditemukannya Handphone saat penggeledahan dan kami mau dibina bukan disiksa, karena kami bukan binatang. Adapun kesalahan kami dengan teman-teman harus dilakukan pembinaan bukan langsung main pukul,” ucap Muhammad Rizal dalam keterangan tertulis diterima Celebesta.com, Jumat (8/10/2021).
Baca Juga: Kurir Sabu Asal Palu Diciduk Sat Narkoba Polres Sigi
Menurut Rizal, anehnya, Lapas Kelas III Parigi hanya masalah sepeleh mereka “Petugas” langsung main pukul. Contohnya ada lima temanya yang dipukul, padahal masih banyak hukuman lain yang harus diterapkan seperti menyapu lapangan dan banyak hukuman lain dalam bentuk binaan.
“Dari dulu kejadian ini kami pendam, ini bukan penjara, ini rumah binaan dan kami dibina dengan baik, andai kami punya tujuan lain dari tadi kami lari dan membongkar tempat ini, tapi kami tidak mau lari kami hanya menuntut keadilan bahkan ada teman kami dikasi makan sepatu,” ungkapnya sambil bertakbir.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Parigi, Muhammad Askari Utomo yang dikonfirmasi oleh sejumlah awak media di teras Lapas mengaku mendengarkan tuntutan dari warga binaan dan meneruskan kepada pimpinan. Namun pihaknya tetap fokus bagaimana terlebih dahulu siatuasinya akan terkandali dan tetap kondusif.
“Tentunya tuntutan mereka itu perlu diklarifikasi dari semua arah melalui pemeriksaan dari pimpinan dan kami siap untuk mengklarifikasi,” ujar Muhammad Askari Utomo.
Satu jam sebelum ribut memang ada pemeriksaan Handphone terhadap warga binaan, namun Kalapas belum mengetahui pasti kejadian yang memicu keributan tetapi kami tetap menginginkan situasi ini harus kondusif. (Jum)






Komentar