Celebesta.com-SEKADAU, Pengetahuan tantang Covid 19 perlu di pahami oleh setiap manusia, agar mengetahui cara untuk mencegah atau memutus rantai penyebarannya, untuk itu Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Sekadau melaksanakan lokakarya bagi Masyarakat Adat (MA) Dayak Jawatn dan MA Dayak Sawe di di Balai Pertemuan Umum Bongkah Betomu Kampokng Mondi, Desa Mondi, Kec. Sekadau Hulu, Kab. Sekadau, Kamis (23/09/2021).
Lokakarya bertujuan untuk mengkomunikasikan Covid-19 secara medis kepada MA Dayak Jawatn dan MA Dayak Sawe di Desa Mondi, Kec. Sekadau Hulu, untuk selanjutnya diterjemahkan ke dalam bahasa local, sehingga benar-benar mudah di pahami oleh masyarakat adat, setempat.
Berdasarkan Rilis yang diterima Celebesta.com, ketua PD AMAN Sekadau, Vinsensius Vermy mengatakan lokakarya ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada MA Dayak Jawatn dan MA Dayak Sawe di Desa Mondi, Kec. Sekadau Hulu, untuk selanjutnya dapat beraktivitas secara normal di era new normal, berdamai dengan Covid-19.
“PD AMAN Sekadau akan konsisten, terus-menerus dan tidak mengenal lelah menjelaskan Covid 19 kepada masyarakat adat, khususnya anggota AMAN,” kata Vermy.
Bahkan PD AMAN Sekadau telah menetapkan sosialisasi, komunikasi dan vaksinasi terkait Covid-19 menjadi tema utama dari seluruh rangkaian kerja PD AMAN Sekadau, dimasa pandemi ini.
“kita tidak mengetahui kapan virus ini akan berakhir. Kita tidak dapat membayangkan, jika covid-19 ini menjangkit masyarakat adat, yang pola hidupnya social, guyub dan saling bantu antara satu dengan yang lainnya,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut MA juga berbagi pengalaman atas berbagai persoalan yang menimpa mereka selama masa pandemic Covid-19 ini, baik mengenai gejala-gejala dan ciri-ciri covid-19, pengalaman isolasi mandiri dihutan, upaya-upaya adat untuk penyembuhan dan menghindari covid-19, termasuk efek dari pasca vaksinasi.
Pada lokakarya ini, banyak peserta mempertanyakan secara spesifik kriteria masyarakat yang dapat di vaksinasi, dampak vaksinasi, dan pelbagai hal terkait vaksinasi.
“Masyarakat tidak terlalu paham, apalagi berita yang simpang siur di media, menyebabkan banyak masyarakat menunda memvaksin dirinya,” ungkap kepala Dusun Gedet, Leo Masyono.
Paulus Oti, juga mengatakan munculnya berbagai penyakit yang aneh belakangan ini, seiring mewabahnya Covid-19.
Kemudian Hartini, utusan perempuan (kader Posyandu), membagikan pengalamannya bersama para perempuan, tentang pendapat perempuan terkait Covid-19, vaksinasi dan dampak vaksin bagi perempuan, terutama yang menyusui dan sering menderita sakit tertentu, seperti migran dan sebagainya.
Hartini menjelaskan kondisinya yang sering sakit, sehingga ia belum memutuskan untuk di vaksin.
Lukas Hitto, Kepala Desa Mondi, yang juga Staf Ahli AMANDA Sekadau Bid Pemdes dan Adat, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PD AMAN yang telah peduli dan bersedia membantu masyarakat adat Jawatn dan Sawe untuk mengetahui Covid-19 secara sungguh-sungguh, sebab selama ini Covid hanya menjadi hantu yang menakutkan.
Lukas berharap Kepada Tim Satgas Kecamatan Sekadau Hulu agar tidak selalu memberikan informasi kepada masyarakat terkait wabah dan ancaman pandemi Covid-19 Ini.
“Kepada seluruh anggota Tim Satgas Desa, Lokakarya ini menjadi Forum dialog dan diskusi untuk memperkuat tim satgas Desa Mondi,” harap Lukas.
lokakarya Komunikasi Covid-19 ini, diharapkan dapat menghilangkan stigma negatif tentang covid-19 dan masyarakat dapat hidup berdamai dengan pandemi sesuai panduan pemerintah.
Lokakarya diakhiri dengan pembuatan handsanitizer dari bahan-bahan lokal yang tersedia disekitar masyarakat adat. (AS/Und)






Komentar