oleh

Irigasi Tommo Ditarget Berfungsi Awal Tahun 2022

Celebesta.com – MAMUJU, Bendungan Irigasi Tommo hingga saat ini masih terus digenjot perbaikan titik-titik kerusakannya. Diketahui, proyek yang telah dibangun sejak tahun 2009 silam itu, belum dapat berfungsi dengan baik karena masih adanya kerusakan.

Di tahun 2021, proyek yang ditargetkan dapat mengairi 2.500 hektar sawah di Kecamatan Tommo dan sebagian wilayah Kecamatan Pangale ini, kembali mendapatkan alokasi dana fantastis yakni Rp.27,98 Miliar yang bersumber dari dana bantuan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Jabir selaku Pengawas Lapangan Proyek dari Dinas PU mengatakan, tahun 2021 merupakan tahun terakhir dari perbaikan jaringan Irigasi Tommo, dan ditargetkan selesai di akhir tahun dan dapat berfungsi di awal tahun 2022.

“Tahun ini sudah menjadi target terakhir kami supaya air dapat mengalir,” ungkap Jabir kepada Celebesta.com belum lama ini.

Saat awak media menanyakan berapa persentase agar kiranya Irigasi dapat berfungsi di akhir tahun 2021, Jabir menjawab dengan tegas, bahwa persentasenya bisa mencapai 100%.

“Kalau kita melihat dengan kondisi yang ada, persentasenya bisa mencapai 100% lah. Diusahakan seperti itu,” tegasnya.

Baca Juga: Rindu akan Perubahan, Nur Efendi Siap Maju Pilkades Polo Pangale

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya terus mengidentifikasi sebenarnya letak dimana pokok permasalahan utamanya. Hal ini dilakukan mulai dari bendungan utama hingga daerah paling bawah Irigasi.

“Mulai dari bendungan, diidentifikasi dimana terjadi kerusakan yang menyebabkan air tidak dapat mengalir, dan ini kita akan benahi sampai bawah,” ujarnya.

Sementara, wilayah yang mengalami penurunan struktur dan saat ini sedang dalam perbaikan, kata Jabir, sepanjang 2,3 kilometer.

“Itu belum termasuk pembenahan leaning yang pecah-pecah, itu akan dibenahi semua,” sambung dia.

Menurutnya, kendala utama pada Irigasi Tommo ini adalah karena struktur lahan yang didominasi lahan gambut, sehingga kerap terjadi penurunan saat musim penghujan tiba.

“Dari seluruh wilayah Irigasi hampir 90% lebih semua daerah merupakan lahan gambut. Hanya dibagian bawah lereng gunung saja tidak gambut, selain itu gambut semua,” tutupnya. (ISN)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan