oleh

Irigasi Tommo Mangkrak, Petani Sulap Sawah jadi Kebun Sawit

Celebesta.com – MAMUJU, Proyek pembangunan irigasi di Kecamatan Tommo masih terus menjadi perbincangan di masyarakat. Pasalnya, proyek yang telah dibangun sejak tahun 2009 itu dinilai belum memberikan asas manfaat. Bahkan, saat ini sudah banyak petani yang memilih untuk mengalihfungsikan lahan persawahannya menjadi perkebunan.

Umumnya, di sepanjang bantaran saluran irigasi mulai dari Desa Campaloga, Kecamatan Tommo (hulu irigasi) hingga Desa Kuo, Kecamatan Pangale (hilir irigasi), petani memilih mengalihfungsikan sawah menjadi perkebunan Kelapa Sawit.

Di mana diketahui harga jual TBS (Tandan Buah Segar) Kelapa Sawit saat ini cukup menggiurkan. Namun, ada pula petani yang mengalihfungsikan lahan menjadi perkebunan jagung, budidaya buah naga hingga buah jeruk.

Salah satu petani di Kecamatan Tommo, I Wayan Darmayasa kepada Celebesta.com mengatakan, alih fungsi lahan sudah semakin pesat terjadi akibat sawah yang terus mengering.

“Kurang lebih sekitar 60% sawah di Kecamatan Tommo sudah dialihfungsikan. Kedepannya mungkin akan semakin buruk, karena krisis pangan di depan mata,” kata Petani yang akrab dipanggil Wak Darma kepada sejumlah wartawan, Kamis (26/8/2021).

Baca Juga: Gugat Bupati Sorong, PT SAS dan PT PLA Tak Hadiri Sidang Perdana

Ia melanjutkan, proyek irigasi Tommo yang anggaran pembangunannya telah menghabiskan dana miliaran bahkan triliunan hingga kini tidak ada asas manfaat.

“Jangankan manfaat, untuk menjadi sana saja seperti sebelum ada saluran juga sangat susah, justru banyak negatifnya,” lanjutnya.

Petani lainnya, Saipul Anwar, asal Desa Kuo, Kecamatan Pangale yang merupakan daerah hilir irigasi, mengaku belum pernah merasakan setitik pun air untuk mengairi sawahnya terkhusus pada saat musim kemarau di mana air sangat dibutuhkan.

“Saat musim kemarau, petani pasti pusing karena kesulitan mencari sumber air. Saya sudah mencoba mengebor sumur tapi menghasilkan air yang rasanya asin, dan ini tidak bagus untuk pertumbuhan tanaman padi,” ungkapnya.

Hingga saat ini, berdasarkan pantauan Celebesta.com di lapangan, perbaikan irigasi masih terus dilakukan dan digenjot oleh pihak kontraktor. Diketahui, pada tahun 2021 ini, Pemerintah kembali menganggarkan proyek perbaikan irigasi dengan dana fantastis yakni Rp.27,98 Miliar yang bersumber dari dana bantuan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Baca Juga: Breaking News, Gempa M 5,8 Guncang Barat Laut Touna

Pelaksana proyek, Muslimat kepada awak media mengaku, pihak kontraktor saat ini sedang melakukan percepatan perbaikan saluran irigasi yang rusak dengan target akan rampung sebelum masa proyek habis pada Desember 2021.

“Ya, kita masih optimis akan selesai tepat waktu. Kita sedang melakukan percepatan, termasuk menambah alat berat, tenaga dan bekerja secara frontal di tiap-tiap lokasi kerusakan,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, kendala yang dialami di lapangan pada titik-titik kerusakan yakni karena cuaca buruk dan juga beratnya wilayah karena didominasi tanah gambut.

“Tapi itu bukan masalah karena sudah tanggungjawab kami dan masih optimis akan selesai tepat waktu,” tutupnya. (ISN)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan