Celebesta.com – MAMUJU TENGAH, Ratusan hektar sawah di Desa Kuo, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) terancam, harus melakukan penanaman ulang akibat terendam genangan banjir. Curah hujan tinggi memang sedang terjadi selama sepekan terakhir untuk wilayah Kabupaten Mateng dan sekitarnya.
Selain mengakibatkan ratusan hektar sawah terendam, hujan yang terjadi pada Jum’at (2/7) kemarin selama kurang lebih 7 jam juga mengakibatkan belasan rumah warga Kuo sempat terendam banjir.
Saat ini di wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), memang sedang tiba musim tanam padi secara massal karena bertepatan dengan musim penghujan. Namun saat ini, para petani khawatir harus melakukan tanam ulang jika air tak segera surut.
Sumandi (53) misalnya, petani sawah dengan luas areal garapan 1 hektar itu sudah memastikan bahwa padi yang ia tanam seminggu yang lalu sudah busuk dan harus dilakukan penanaman ulang.
“Saya kan pakai sistem Tabela (Tabur benih langsung) dan hari ini tepat seminggu saya melakukan penanaman. Hujan beberapa hari ini deras sekali dan sawah saya terendam dan sudah pasti menanam ulang,” ujarnya saat diwawancarai Celebesta.com di Kuo, Sabtu (3/7/2021).
Ia menuturkan, air yang merendam ratusan hektar sawah di Kuo ini membutuhkan waktu hingga 3 hari agar air dapat surut. Namun, kata dia, bisa saja lebih melihat cuaca yang masih tak menentu ini.
“Biasanya 3 hari sudah surut airnya tapi kalau hujan deras lagi ya bisa lebih lama. Kalau air tinggi begini juga ada ancaman hama keong yang bisa habiskan padi petani,” akunya.
Sementara itu, Uki (43) petani lainnya mengaku harus rugi ratusan ribu akibat genangan banjir ini. Pasalnya, sebelum hujan mengguyur ia melakukan pemupukan areal sawah 1 hektar yang ia garap.
“Kemarin pagi baru saja saya memupuk sawah garapan (1 hektar) dengan 6 pupuk urea. Ya rugi, pupuknya hilang dibawa banjir,” kata Uki.
Para petani pun hanya bisa berharap, air dapat segera surut agar tanaman padi yang baru memasuki tahap awal perawatan ini bisa bertahan hingga panen di hari ke-90 setelah tanam nantinya. (Indra/mk)






Komentar