oleh

Transportasi Susah, UMKM Kripik Opak di Desa Kuo Stop Produksi Hingga Merugi

Celebesta.com – MATENG, Diperketatnya jalur transportasi darat akibat pelarangan mudik yang akan dimulai tanggal 6 Mei 2021 nanti berimbas pada puluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pembuat kripik opak di Desa Kuo, Kacamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

Menurut salah seorang pelaku bisnis rumah tangga berbahan utama ubi kayu ini, Ibu Rosuli Amalia mengaku bahwa terpaksa berhenti memproduksi kripik opak sejak seminggu yang lalu. Bahkan, beberapa hari yang lalu Ibu Rosuli kesulitan mencari jasa transportasi untuk mendistribusikan kripik.

“Di Desa Kuo ada sekitar 30 rumah produksi kripik opak. Kami sudah setop pembuatan kripik dari satu minggu yang lalu. Jadi, sekarang tidak ada di kerja karena bisa dibilang itu ji mata pencaharian kita disini,” ujar Ibu Rosuli kepada Celebesta.com, Selasa (4/5/2021).

Ia memaparkan, kripik opak yang diproduksi di Desa Kuo dikirim kepada penyetok di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Karena pengetatan perbatasan darat tiap kabupaten, kata Rosuli, mobil jasa angkutan yang biasa mendistribusikan kripik memilih tidak lagi jalan.

“Kami tidak ada kerjaan lain, sementara pengeluaran setiap hari semakin banyak apalagi sudah dekat lebaran,” tandasnya.

Ia berharap, pemerintah memberikan solusi atas peraturan yang telah dikeluarkan tersebut karena berimbas kepada turunnya omset para UMKM kripik opak di Desa Kuo.

“Perharinya biasa kami dapat keuntungan 100 sampai 200 ribu. Sekarang pekerjaan kami telah hilang,” keluhnya.

Diketahui bahwa, pemerintah telah menetapkan larangan untuk melakukan mudik Lebaran 2021 yang tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021. (Arm)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan