oleh

PWI Sulteng: Gunakanlah Ilmu Padi!!

Celebesta.com – PARIMO, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah Memperingati Hari Pers Nasional ke 75 pada  9 Februari 2021 berlangsung di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Hari Pers Nasional kali ini juga menjadi momentum pembentukan PWI Parimo dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Parimo.

Mahmud Matangara, SH Ketua PWI Sulteng kepada sejumlah Awak media di Kabupaten Parimo, Selasa (9/2/2021), mengatakan bahwa dirinya bangga dengan sejumlah wartawan yang bergabung PWI Sulteng saat ini.

“Saya selaku ketua PWI Sulteng gembira melihat kalian. Saya sudah 30 tahun berkecimpung dilingkup PWI sebagai pengurus,” kata Mahmud.

Dalam kesempatan itu juga telah dilaksanakan pemilihan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Parimo dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Parimo.

Hasil pemilihan tersebut secara aklamasi menetapkan Moh. Faozan dari Beritasulteng.com sebaga Ketua PWI Parimo dan Bashar Badjang sebagai Ketua SMSI Parimo.

“Saya berpesan bagi rekan yang terpilih sebagai ketua PWI Parimo dan dan ketua SMSI Parimo agar membentuk formatur dan menyaring orang-orangnya dan membuat program,” pesan dia.

Kata Mahmud, saya bangga dengan kalian, dengan menjadi wartawan yakinlah kita bisa menghidupkan keluarga dan organisasi Pakailah Ilmu Padi, kalau berisi menunduk.

“Tidak perlu ragu masuk PWI karena organisasi ini hampir bersamaan dengan kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu dalam rangkaian memperingati Hari Pers Nasional (HPN) PWI Sulteng beserta jajarannya mengunjungi Pondok Pesantren Abnaul Chairaat di Kabupaten Parimo dan memberikan sejumlah bantuan.

“Secara dejure adalah  pesantren tetapi secara de facto adalah panti asuhan karena disini adalah anak yatim dan tidak dipungut biaya sama sekali,” demikian ungkapan Musran Taher,  Pimpinan Pondok Pesantren Abnaul Chairaat (Kemarin-red)

“Seperti Itulah pondok pesantren Abnaul Chairaat. Pondok pesantren ini genap berusia dua tahun 02 Juni 2021 mendatang,” ungkapnya.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada PWI Sulteng yang telah memberikan bantuan.

“Saya selaku pimpinan pondok pesantren berterimakasih atas bantuan yang diberikan kepada kami,” ucapnya.

Pimpinan Pondok pesantren itu  mengatakan bahwa dirinya tidak  melihat seberapa besar jumlah yang diberikan tetapi lebih dari itu adalah keikhlasan. Adapun jumlah santri di Abnaul Chairaat tercatat 123 santri  dan 91 aktif.

Reporter: Arman Seli

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan