Celebesta.com – MAMUJU, Gempa bumi sebanyak 2 kali pada Kamis, 14 Januari 2021 pukul 13.35.39 WIB, dengan kekuatan M 5,9 pada kedalaman 10 km. Lokasi 2.99 LS, 118.89 BT (Pusat gempa berada di darat 4 km Barat Laut Majene).
Kemudian gempa susulan pada Jumat, 15 Januari 2021 pukul 01.28.17 WIB, dengan kekuatan M 6,2 pada kedalaman 10 km. Lokasi 2.98 LS, 118.94 BT (6 km Timur Laut Majene-Sulbar).
Berdasarkan data BNPB, Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat mengalami kerusakan. Saat ini Swab Antigen tidak tersedia untuk screening awal pasien. Pasien yang dirawat di RS terdampak untuk sementara dievakuasi di RS Lapangan. Stok APD saat ini menipis dan Klaster kesehatan saat ini sudah aktif.
Sistem komunikasi bandara Mamuju normal dan landasan pacu layak untuk digunakan. Semua lembaga penyalur bahan bakar minyak dan gas (SPBU, LPG dan SPBE) tidak ada yang terkena dampak gempa, sehingga pagi ini dapat beroperasi dan Melayani kebutuhan masyarakat dengan Normal.
Di Kabupaten Mamuju 3 RS yang saat ini aktif untuk pelayanan kedaruratan yaitu RS Bhayangkara, RS Regional Prov. Sulawesi Barat, dan RSUD Kabupaten Mamuju.
Listrik di seluruh Kabupaten Majene masih belum dapat menyala karena masih dalam proses perbaikan. Sedangkan listrik di Kabupaten Mamuju sebagian wilayah sudah dapat dialiri listrik sedangkan setengahnya masih mengalami gangguan.
Sementara jalur darat dari arah Mamuju menuju Kabupaten Majene belum dapat dilalui akibat Jembatan kuning masih mengalami kerusakan dan longsoran yang menutup jalan. gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana berupa kerusakan bangunan (termasuk kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat) dan jatuhan batu yang menutupi jalan.
Menurut data BMKG guncangan gempa bumi cukup kuat di daerah sekitar lokasi pusat gempabumi dan diperkirakan pada skala intensitas V-VI MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.
Data BNPB per 15 Januari 2021, pukul 20,00 WIB, total korban jiwa akibat gempa M6,2 ini mencapai 42 orang, di Kabupaten Majene 8 orang meninggal dan Kabuaten Mamuju 34 orang meninggal.
Sementara jumlah pengungsi di Kabupaten Majene mencapai 15.000 orang tersebar di 10 titik pengungsian Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda dan Kecamatan Malunda dan Kecamatan Sendana.
Editor: Malik A






Komentar