Celebesta.com – JAKARTA, Presiden Joko Widodo hari ini melantik Ir. Hartono, M.Sc sebagai Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Pelantikan ini sekaligus menandai perpanjangan masa bakti Badan Restorasi Gambut (BRG) dan penambahan tugasnya.
Sebelumnya BRG bibentuk berdasarkan Perpres Nomor 1 Tahun 2016, dengan tugas mengkoordinasi dan memfasilitasi restorasi gambut di 7 provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.
Tugas diemban sejak 6 Januari 2016 hingga 31 Desember 2020. Pada kurun itu, BRG telah menyelesaikan upaya awal pembasahan ekosistem gambut seluas 835.288 hektar di luar konsesi (94% dari target) dan supervisi/asistensi teknis untuk 186 perusahaan perkebunan dengan luas wilayah yang masuk target restorasi 538.439 hektar (96,89% dari target).
Lalu, dilakukan pendampingan dan penguatan kelembagaan pada 640 Desa Peduli Gambut dengan luas lahan gambut 4,6 juta hektare (1,4 juta hektar masuk ke dalam target restorasi gambut).
Sementara kegiatan revitalisasi ekonomi yang melibatkan 2.295 kelompok masyarakat (Pokmas) sekitar 118.576 orang yang terlibat dalam kegiatan padat karya. Dilakukan pula berbagai upaya lain terkait pemanfaatan sains dan teknologi dalam pemantauan
Pemerintah memandang upaya percepatan restorasi gambut perlu dilanjutkan. Salah satu pertimbangannya karena Pemerintah telah menetapkan kebijakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara permanen termasuk di areal gambut.
Di samping itu, Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan pemulihan mangrove melalui rehabilitasi. Diperlukan percepatan implementasi pelaksanaannya sehingga BRG diberikan tambahan tugas untuk ini. Presiden pun memutuskan BRG menjadi BRGM.
Hartono, sapaan akrabnya Pak Har sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris BRG. Beliau adalah birokrat karir yang sebelum bergabung di BRG bertugas di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Di beberapa lokasi, ekosistem gambut terhubung dengan mangrove sehingga perlindungan mangrove sekaligus melindungi ekosistem gambut juga. Kita harus memahami karakteristik kedua ekosistem ini dengan baik. Kerusakan terjadi karena pemanfaatan yang tidak sesuai dengan karakteristik gambut dan mangrove,” ucap Hartono, melalui siaran persnya, Rabu (23/12/2020).
“Apalagi baik gambut dan mangrove juga menjadi bagian dari ekosistem yang sangat perlu dilindungi,” sambungnya.
Pak Har, menambahkan bahwa BRGM siap bersinergi dengan Kementerian terkait dan Pemda serta para pihak lain, utamanya masyarakat yang selama ini sudah menunjukkan kesadaran yang makin baik.
Dalam tugas baru BRGM ini, upaya percepatan dilakukan pada 1,2 juta hektar ekosistem gambut dan 600 ribu mangrove. Selain 7 provinsi yang sudah jadi target restorasi gambut, BRGM juga akan bekerja pada 6 provinsi baru, khususnya untuk mangrove. Keenamnya adalah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Barat.
Secara terpisah, Nazir Foead selaku Kepala BRG periode 2016-2020 menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan ini.
“Saya percaya Pak Hartono sudah sangat berpengalaman mengurus lembaga ini karena kami sama-sama merintis BRG dari awal. Mari kita dukung kerja BRGM ke depan,” ungkapnya.
Sementara Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan, BRG RI, Myrna A. Safitri saat dikonfirmasi Celebesta.com, Rabu (23/12) malam-red membenarkan Provinsi Papua Barat masuk wilayah kerja BRGM periode 2021-2025.
“(Provinsi) Papua Barat masuk (wilayah kerja BRGM),” singkatnya.
Editor: Malik






Komentar