Celebesta.com – PALU, Walikota Palu dan Bupati Sigi secara resmi menandatangani pembangunan jembatan yang menghubungkan dua wilayah berbeda yaitu Birobuli Selatan, Kota Palu dan Tingede, Sigi, berlangsung di jalan Touwa, Minggu (6/12/2020).
Muhamad Irwan Lapatta, S.sos, M.Si, selaku Bupati Sigi menyampaikan posisi tersebut begitu panjang pasca Gempa Bumi dan Likuifaksi kemudian masuk lagi Covid-19.
Dalam proses program kami ditahapan yang kedua Insya Allah, misi yang kedua ini Allah berkehendak kami akan kembali dalam pembangunan di daerah ini tentunya. Ini sudah masuk program pertama adalah program kaloborasi yakni pembangunan jembatan Birobuli Selatan dan Tinggede.
Menurutnya Irwan, wilayah ini didorong untuk sebuah jembatan yang sangat baik tentunya, untuk apa membuka ruang ekonomi baru. Tentunya rekayasa lalulintas baik ketika ini dibuka otomatis kita juga tidak lagi mengharap jembatan lainnya ada kelonggaran-kelonggaran pada saat itu dibuka dan dibuat.
Harapan yang paling penting disini adalah masyarakat yang harus mendukung program ini. Pertama, masyarakat yang ada di Kabupaten Sigi, khususnya Tinggede dan Kalukubula. Kedua, dari Kota Palu terkait dengan pembebasan lahan dan lain sebagainya.
“Biasanya ini menjadi kendala besar tapi Insya Allah dengan niat yang baik, niat yang tulus dan iklas dari kami berdua Pak Walikota Palu dan Bupati Sigi untuk melanjutkan kembali program-program pembangunan dalam menata ruang-ruang masyarakat pasca gempa,” ungkapnya.
“Kemudian diprogram kedua di kawasan Kalukubula ini kami jadikan kawasan wisata sungai yang memang di dalam ADD tahun ini kami sudah susun dan sudah anggarkan,” sambungnya.
Lebih lanjut, harapannya masyarakat Kalukubula tentunya, terkait dengan kawasan lahan ini sudah diatur dalam ketentuan bahwa dari bibir sungai dan das aliran sungai sekian meter. Ini sudah menjadi milik sungai dan tentunya ini akan kita perindah dan percantik bukan untuk kepentingan saya sebagai Bupati tentunya.
“Tetapi kepentingan saya adalah untuk menata kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat, ketika kawasan sungai ini kita akan bangun UMKM di kawasan ini,” lanjutnya.
Kedepan katanya, masyarakat yang berjualan dipinggir jalan, khususnya ada buah dan lain sebagainya termasuk makan-makan kita bisa pindahkan disini. Jadi tidak lagi bertumpuk di tengah jalan tetapi kalau untuk warung makan kita akan buatkan tempat, ini mimpi-mimpi yang harus kita lakukan kedepan.
“Jadi kepada warga masyarakat dan kepada para kepala desa, di dua tempat ini Tinggede dan Kalukubula insya Allah kita akan bersama menyiapkan semua ini dan kita bicarakan baik-baik dengan seluruh masyakarat, baik Kalukubula dan Tinggede khususnya,” ajak Bupati Sigi itu.
Termasuk juga kawasan-kawasan pinggiran, tahun depan akan dibangun jembatan dengan DAK sekitar 2 Miliar, di Kalukubula tembus Tinggede. Ketika disini kita buat kawasan UMKM dan Tinggede juga kita buat kawasan UMKM.
Pada kesempatan yang sama Walikota Palu, Drs. Hidayat M.Si. menyampaikan, perencanaan pembangunan jembatan ini memang kita sudah rencanakan jauh sebelumnya. Selesai jembatan Lalove kita bergeser ke selatan lagi, karena kita lihat kemacetan di jalan Emisaelan Touwa.
“Walaupun kita bangun jembatan satu disana, saya kira kalau dibangun jembatan ini dari Sigi bisa lewat ke sana, sehingga ini lebih memudahkan masyarakat,” kata Hidayat.
Sementara itu, jalan Puebongo harus diperlebar, karena itu jalan Provinsi. Pertama, jalan Nunu kedepan kita perlebar, kemudian jembatan Lalove kita akan teruskan ke jalan Puebongo sehingga betul-betul persoalan kemacetan terurai itu yang utama. Kedua, ada potensi-potensi ekonomi dibantaran sungai ini. Bantaran sungai ini sudah selesai kita rencanakan untuk wisata pendukung, sehingga kiri kanan dipakai.
Ada pertanyaan-pertenyaan kenapa ditandatangani secepat ini, jangan lagi ada narasi-narasi tentunya ini adalah kemaslahatan umat dan potensi-potensi yang ada di wilayah ini kita buka.
Kenapa kita menandatangani sebelum tanggal 9 Desember 2020, tujuanya siapapun yang akan menjadi Walikota nanti sesudah tanggal 9 Desember itu harus disaksikan semua masyarakat.
“Siapa yang bisa menjamin saya menjadi Walikota lagi kedepan, dan tidak ada yang bisa menjamin karena itu takdir. Karena takdir yang diatas itu tidak ada yang bisa menghalangi, maka harus ditandatangani karena kita sudah rencanakan karena masterplannya sudah ada,” jelas Walikota Palu.
Saya kira konsep pengembangan empat dimensi ini sudah menjadi program Pemerintah Kota Palu. Konsep pengembangan ekonomi Kota Palu seperti dimensi gunung, teluk, sungai, dan dimensi bukit. Dimensi ini yang harus masif kita kembangkan jadi industri parawisata dan menjadi primadona di Kota Palu.
“Pertama, harus kita dukung pembangunan jembatan ini, saya kira masyarakat juga disini sangat gembira. Kedua, masyarakat disekitaran sini jangan cepat jual tanah, tanah ini merupakan investasi produksi yang paling besar dan utama. Makanya jangan dijual nanti disitu dibangunkan pondok-pondok untuk berjualan tentunya itu upaya Pemerintah Kota Palu, bukan saya pribadi tetapi Pemerintah Kota Palu,” pungkasnya. (Arf)






Komentar