oleh

Notapa Kaluku di Tengah Pandemi

Celebesta.com – DONGGALA, Notapa kaluku adalah aktivitas yang dilakukan untuk mengeringkan kelapa untuk Kopra.

Notapa dalam bahasa Kaili Sub-etnis Unde berarti memanggang sementara kaluku berarti kelapa. Adapun tempat memanggang kelapa disebut pokada.

Mengeringkan kelapa menggunakan api untuk mempercepat proses pengeringan, bahkan hanya dalam waktu beberapa hari sudah bisa mengeringkan ribuan kelapa.

“Dua hari bisa mengeringkan 5 ribuan buah kepala,” kata Afid saat ditemui celebestacom di Desa Lumbumamara, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sabtu (05/12/2020).

Setelah memanggang kemudian memisahkan kelapa dalam tempurung atau dalam bahasa setempat disebut nosisi

“Habis di Panggang, kemudian Nosisi,” jelasnya.

Menurutnya dimasa covid 19 ini tidak menghambat aktivitas masyarakat di kampung, bahkan disaat pandemi Covid-19 harga kopra meningkat mencapai Rp. 9.400 per kilo.

“Iya harga Kopra naik dari Rp. 6 ribuan per kilo tembus sampai Rp 9 ribu. Kalo saya liat memang karena buah kelapa berkurang dan di tambah lagi di situasi Covid-19 harganya naik,” ungkapnya.

Afid yang masih menjadi mahasiswa di salah satu universitas di kota Palu mengaku pekerjaan notapa kaluku bagi masyarakat desa Lumbumamara merupakan pekerjaan yang sudah lama di tekuni sampai sekarang, termasuk dirinya selain menjadi peladang dia juga adalah petani kelapa.

Afid menambahkan masyarakat Lumbumamara menjual kopranya ke pengepul di ibukota kabupaten Donggala dengan jarak sekitar 7 Km, atau hanya ditempuh sekira 15 menit menggunakan mobil. (Arm)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan