oleh

Ketahanan Pangan Penting untuk Dilakukan Di Parimo Di Masa Covid-19

PARIMO – Celebesta.com, Pandemi Covid-19 yang begitu polemik dan menghabat kebutuhan kehidpan sehari-hari. Untuk melawan itu, Fandy Alang Pemuda Asal Bosagon Jaya, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong berinisiatif mengarhakan masyarakat untuk melakukan Tanaman Hidroponik di sekitar rumah atau pemanfaatan lahan kosong di sekitar rumah.

Bicara masalah pangan selalu menarik untuk dibahas karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Pemenuhan pangan merupakan bagian dari hak azasi yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945.

UUD 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Demikian ungkapan pembuka dalam UU Pangan, No. 18 Tahun 2012. UU tersebut, pangan didefinisikan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan dan air baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.

Sementara itu, ketahanan pangan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan. Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan pangan terutama pangan.

Pemuda Bosagon Jaya, Kecamatan Ongka Malino Kabupaten Parigi Moutong mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini, Pemuda harus terlibat aktif dalam mengkampanyekan gerakan kemandirian pangan berbasis keluarga dan lingkungan.

“Gerakan ini dilakukan dengan tetap mengikuti imbauan pemerintah terkait physical distancing,” kata Fandy Alang, Sabtu (16/5/20).

“Kita tidak bisa beharap banyak kepada pemerintah. Kita harus menggerakkan ketahanan pangan di tiap keluarga dan tetangga sekitar kita,” tegas Fandy Alang.

Fandy Alang menambahkan, mengunakan hidroponik ini tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga dapat dibuat di perumahan yang mempunyai lahan sempit.

Kebutuhan dapur bisa ditopang dengan hidroponik ini, mulai dari sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, Rica, sawi sampai buah tomat.

Fandy Alang juga menjelaskan bahwa kebutuhan nasi dan roti bisa diganti dengan menanam umbi-umbian, yang harus diterapkan di desa diterapkan di pedesaan.

“Minimal kita mulai dari keperluan keluarga sehari-hari di dapur, seperti umbi-umbian, singkong dan lain-lain,” lanjutnya.

Menurutnya, sosialisasi gerakan ini dapat dilakukan secara online, mengingat imbauan pemerintah terkait social distancing.

“Tim perlu membuat pamflet, pelatihan daring atau video pendek yang berisi tentang teknik bercocok tanam secara hidroponik,” sambungnya.

“Semoga keberlanjutan gerakan ini agar memberi manfaat bagi masyarakat di Kampung /desa, hingga wabah Covid-19 ini berakhir,” ujar Fandy Alang. (MLD)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan