oleh

Hanya Ewhyn, Bukan Siapa-siapa

Pria kurus berusia 34 tahun itu seorang pedagang ikan pinggir jalan. Bukan pedagang besar yang menjual ikan ber ton-ton dengan keuntungan puluhan juta, dia hanya berjualan ikan iris dan ikan-ikan kecil. Paling tidak keuntungannya cukup untuk menghidupi istri dan 2 putri kecilnya yang sedang tumbuh.

Hanya Ewhyn, bukan seorang lulusan perguruan tinggi seperti para politisi dan akademisi yang selalu dia debat saat ada kesenjangan atau kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat kecil.

Di forum atau di media sosial Ewhyn sering mengambil sikap kontra, dia bukan pemberontak yang tidak bisa diatur tanpa alasan, sikap itu diambil karena dia merasa bertentangan dengan prinsip dan nilai-nilai keadilan yang dipelajarinya di pasar dan emperan jalan.

Hanya Ewhyn, pria ramah tapi kadang sering emosi jika ada yang tidak beres dalam pandangannya. Mungkin tidak banyak yang kenal dia, termasuk yang membencinya karena aktif menyampaikan aspirasi dan kritikan.

Ewhyn adalah sosok yang loyal terhadap rakyat dan kawan-kawannya, siapapun yang datang ke rumahnya akan dia jamu dengan segala keterbatasannya, bahkan jika dimintai tolong dia sukar untuk menolak.

Baca juga: https://www.celebesta.com/2020/05/07/keterbukaan-informasi-di-tengah-covid-19/

Hanya Ewhyn, dari sekian banyak yang mengkritik proyek pembangunan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) di lingkungan rumahnya, hanya Ewhyn yang dilaporkan ke Kepolisian, penolakan itu akibat dari tidak tuntasnya sosialisasi dan mufakat yang dilakukan Pemerintah pada masyarakat, alasan Ewhyn sangat sederhana, tidak ingin ada pencemaran lingkungan di tempat dia dan anak istrinya sudah hidup bertahan-tahun.

Hanya Ewhyn, si penjual ikan pinggir jalan yang dilaporkan karena menolak lingkungannya tercemar. Seperti kita yang marah jika ada tamu yang tidak diundang, kita sudah menjamunya dengan kopi dan pisang goreng dari uang hasil berjualan tadi siang di bawah terik matahari, namun tamu tersebut memgacak-acak rumah kita, mencuri barang kita, menghina harga diri kita dan tidak sedikitpun mengucapkan kata untuk berpamitan.

Hanya Ewhyn, bukan siapa-siapa. Rakyat cerdas yang selalu awas memperhatikan tingkah laku politisi dan Pemerintah yang akhir-akhir ini sering membuat kita muak.

Sehat selalu Ewhyn dan Kedua Putri Kecilnya, kita tidak boleh diam, jangan biarkan Ewhyn berjuang sendiri, saatnya rakyat bantu rakyat karena pemerintah sibuk urusan perut masing-masing.

Oleh : Freddy Onora

Penulis Aktif di Komunitas Ruang Bicara, Konsen Kajian Isu Sosial dan Politik di Tojo Una-Una.

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan