oleh

Kisah Warga Naik Perahu di Jalan Raya Saat Banjir Gorontalo

Celebesta.com – GORONTALO, Beberapa hari belakangan curah hujan cukup tinggi, banyak genangan air dimana-mana. Puncaknya, Rabu (10/07) hujan tidak berhenti seharian penuh.

Ayu Zahra menuturkan, air meluap dan banjir dimana-mana. Menghindari risiko yang lebih besar, listrik dipadamkan oleh otoritas setempat, jaringan mati.

“Iya, saya mengungsi di lantai 2. Ada kamar kosong disuruh tempati sama tuan kost dulu. Waktu banjir dirinya dari jakarta menuju Gorontalo,” tutur Ayu Zahra kepada Celebesta.com, Jumat (12/7/2024).

Teman kabari kamar basah, mau selamatkan barang-barang penting, makanya pulang. Dari bandara ke kost, perjuangan susah sekali. Tinggal naik perahu di jalan raya.

Kemudian, kata dia, listrik padam. “Saya baru dapat listrik setelah mengungsi ke tempat teman,” terang Ayu.

Ayu mengatakan, banjir ini tidak bisa kita lihat sebagai akibat dari fenomena alam saja, tapi akibat dari pertambangan ilegal dan deforestasi yang masif juga. Ayu sendiri merupakan Warga Sulteng yang kini bekerja di Gorontalo.

Kemampuan tanah menyerap air hujan berkurang secara signifikan. Hal itu, menurut dia, akibat dari aktivitas pertambangan yang tidak terkontrol yang mengakibatkan erosi.

“Hal ini memperparah risiko banjir. Belum lagi, proyek irigasi tata kelolanya masih buruk,” ungkap Ayu begitu biasa dia disapa.

Ayu berharap pemerintah bisa bertindak nyata dan tegas terhadap aktivitas yang merusak alam dan lingkungan ini.

Selain penegakkan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal dan penebangan liar perlu juga dilakukan pemulihan fungsi hutan sebagai penyangga air hujan.

Masih Menurut Ayu, yang tidak kalah penting memperbaiki irigasi dan drainase agar lebih efektif dalam mengendalikan aliran air.

“Agar meluapnya sungai tidak sampai ke pemukiman warga,” pungkas Ayu. (AS)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan