Celebesta.com — Palu, Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Sulawesi Tengah Ahmad M Ali resmi melantik Pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Palu periode 2022-2027.
Pelantikan yang sekaligus dirangkaikan dengan tablig akbar serta menghadirkan penceramah kondang Ustadz Das’ad Latif, digelar di Lapangan Vatulemo, Jl. Balai Kota, Kota Palu. Senin (30/05) pagi.
PD DMI Kota Palu Sirajuddin Ramli, mengatakan sinergisitas multi pihak menjadi hal penting dalam mengembangkan fungsi masjid dengan tujuan memakmurkan umat.
“Kota Palu sebagai ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki penduduk 373. 218 ribu jiwa, 345 Masjid, dan 65 Musollah yang tersebar di 8 kecamatan serta 46 Kelurahan, merupakan sebuah potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sehingga dapat memberikan dampak yang tidak hanya spiritual dan individual tetapi yang lebih penting adalah sosial kemasyarakatan,” ungkap Sirajuddin Ramli dalam sambutannya.
Menurut Sirajudin, ada tiga masalah utama dalam pengelolaan masjid yaitu keterbatasan pemahaman umat Islam terhadap fungsi masjid itu sendiri. Kemudian, minimnya sumber daya dalam managemen kemasjidan, dan terbatasnya program yg dapat menyentuh pemberdayaan umat.
Namun, dirinya menyebut visi misi besar DMI memakmurkan dan dimakmurkan masjid dapat meminimalisir tiga masalah tersebut.
“Seperti DMI Provinsi Sulawesi Tengah dibawa kepemimpinan Ahmad M Ali memiliki visi dan program yang berorentasi pada pemberdayaan masjid seperti program Masjid Mart, revitalisasi toilet dan tempat duduk, tv DMI, serta program lainya,” ucapnya.
Sementara itu, PW DMI Ahmad M Ali dalam sambutanya meminta pengurus PD DMI Kota Palu agar membuka diri untuk bersinergi dengan multi pihak dalam rangka mengoptimalkan pembangunan kemakmuran umat berbasis masjid.
Karena menurutnya, semua komponen dan elemen berhak untuk berbuat baik lewat DMI, akan tetapi identitas yang ditonjolkan adalalah DMI.
“Semua boleh bergabung dengan DMI, entah itu politisi yang dari berbagai partai politik, namun ketika berada di DMI semua atribut partai di tinggalkan,” katanya.
Sehingga dirinya berpesan pengurus DMI di tingkat kabupaten dan kota di Sulteng tidak boleh memonopoli kebaikan, sebab semua orang berhak untuk berbuat kebaikan. (Jum)






Komentar