oleh

Kekurangan Alsintan Pasca Panen, Petani di Mateng Terpaksa Gebuk Padi

Celebesta.com – MATENG, Petani di Desa Kuo, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, terpaksa harus memanen padi garapannya dengan cara manual yang sudah di tinggalkan belasan tahun lalu. Hal ini terjadi karena kurangnya Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pasca panen yang beroperasi di wilayah ini.

Diketahui, metode dan cara ini merupakan alternatif dan pilihan terakhir yang harus dilakukan oleh para petani karena padi mereka yang sudah melewati waktu panen namun tak kunjung mendapatkan alat yang mau memanen.

Winarto (55) petani setempat yang di temui Celebesta.com, mengatakan sebenarnya dirinya tidak mau melakukan metode panen yang sudah lama di tinggalkan ini di era serba modern, tetapi langkah ini harus di ambil mengingat usia padi yang sudah tua dan nyaris ambruk.

“Ya istilahnya sekarang kami butuh bantuan alat. Soalnya kalau pukul-pukul padi begini kurang cepat, mana mau menjemur juga. Kalau lama tidak di panen juga padi akan rusak,” ujar Winarto, Sabtu (02/04/2022) sore jelang Magrib.

Sementara, petani lainnya I Wayan Subawo mengutarakan hal yang sama. Saat ini kata dia, petani serba susah mulai dari biaya perawatan yang mahal dan harga anjlok saat panen begini.

“Saat tanam susah cari buruh tanam, pupuk juga susah dapatnya, obat-obatan (Pestisida) mahal. Sekarang mau panen harus manual begini. Serba susah,” keluhnya.

Kemudian, mengenai turunnya harga jual padi pasca panen musim ini, dirinya hanya bisa pasrah dan kecewa.

“Dengan mahalnya biaya bajak sawah, tanam hingga sulitnya saat panen, kami tentunya sangat kecewa jika harga turun. Dan jika harga masih bertahan rendah mungkin kami hanya kembali modal,” lanjutnya.

Terkait kurangnya alsintan pasca panen yang siap turun, menurut para petani hal ini terjadi rata-rata alat bantuan pemerintah sudah mengalami kerusakan parah dan belum adanya pengadaan alat dalam 3 tahun terakhir.

Selain itu, para petani juga menyebut beberapa bantuan alsintan tidak di rawat dengan baik mengingat medan persawahan di wilayah ini yang terbilang dalam dan butuh ekstra perawatan agar alat dapat bekerja dengan waktu yang lebih lama. (Indra)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan