Celebesta.com — TOLITOLI, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemy Yusuf meminta Dinas yang berwenang melakukan pengawasan pupuk bersubdisi untuk menjalakan fungsi dengan baik.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tolitoli Jemy Yusuf megatakan, berdasarkan aspirasi petani yang disampaikan secara langsung kepada dirinya dilahan pertanian desa Ginunggung, Kecamatan Galang, bahwa sejak masa tanam 15 November 2021 lalu sampai dengan saat ini belum mendapatkan pupuk yang dapat meningkatkan percepatan pertumbuhan serta perkembangan tanaman yang sudah di budidayakan.
“Sekitar 360 Hari belum mendapatkan pupuk, padi kelihatan menguning akibat tidak di pupuk, kondisi seperti ini akan membuat para petani kita merugi, bahkan terancam gagal panen,” jelas Politisi Partai Golkar ini kepada Celebesta.com (21/1/2022).
Jemy Yusuf meminta agar Dinas terkait melakukan pengawasan serta pengawalan penyaluran pupuk subsidi sampai kepada kelompok petani, karena selama ini banyak keluhan para petani yang kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dari agen atau distributor (penyalur).
“Kami minta pemerintah daerah dapat memperketat pengawasan terhadap penyaluran pupuk subsidi, karena selama ini para petani mengeluh karena kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, maka dari itu perlu diawasi sehingga betul-betul sampai ke petani,” katanya.
Pihaknya juga meminta agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tolitoli melakukan pengawasan dan sinergitas, agar sasaran dari program subsidi pemerintah terhadap pupuk untuk para petani tidak dipermainkan oleh oknum di lapangan.
“Rekomendasi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura sampai dengan saat ini belum ada, Sehingga pupuk bersubsidi sesuai e-RDKK belum terdistribusi dari gudang distributor pupuk ke petani,” bebernya.
“Kami juga akan meneruskan informasi ini kepada Dinas Teknis untuk segera dapat di tangani. Karena, pupuk itu ada tiga Tepat, yang pertama tepat dosis, tepat Waktu, dan tepat penggunaan. Sekiranya keterlambatan pemupukan ini lebih dari 50 hari habis masa tanam maka ini akan dapat beresiko,” tambahanya. (Jum/Und)






Komentar