Celebesta.com – MATENG, Truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tanpa penutup seperti jaring dan terpal mulai dikeluhkan oleh warga di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Pasalnya, dengan tidak ditutupnya muatan TBS dinilai sangat rentan membahayakan pengendara lain ketika jatuh.
Bagi warga Mateng, sudah menjadi pemandangan umum setiap harinya melihat truk pemuat TBS berlalu-lalang di jalan raya. Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena industri kelapa sawit memang merupakan komoditi paling dominan di Mateng.
“Saya sangat takut kalau berpapasan truk pemuat sawit yang muatannya tinggi sekali dan tidak pakai penutup. Apalagi pas ketemu di pendakian,” keluh Alang warga Mateng belum lama ini.
Selain itu, Suaib Saleh warga Mateng lainnya juga mengungkapkan keluhannya. Ia mengaku pernah hampir menjadi korban akibat jatuhnya TBS dari truk saat berkendara di jalan raya.
“Dua kali saya hampir menjadi korban, syukurlah cuman kena ban motor,” ungkapnya.
Kedepannya, ia pun meminta kepada instansi terkait untuk bertindak tegas dan melakukan penilangan kepada truk pemuat TBS yang telah kedapatan menyalahi aturan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mateng sebenarnya pernah menerbitkan aturan terkait masalah tersebut, yang tertuang dalam surat bernomor: 550/016/DISHUB/VIII/2020, yakni memerintahkan kepada pengelola angkutan TBS untuk menutup jaring/terpal agar menghindari adanya korban jika TBS jatuh di jalan raya.
Namun, hingga saat ini, berdasarkan laporan warga dan pantauan Celebesta.com di lapangan, masih kerap ditemui truk pemuat TBS tanpa penutup jaring/terpal dan muatan yang melebihi bak.
Reporter: Indra Setiawan






Komentar