oleh

Tegas!! Mahasiswa Bidikmisi Untad Tolak Kenaikan KIP-K 2021

-Edukasi, Featured-1.061 views

Celebesta.com – PALU, Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tadulako (Untad), dengan tegas menolak terkait peluncuran pogram Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) yang hanya diperuntukan bagi Mahasiswa Angkatan 2021.

Peluncuran program KIP-K Merdeka oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim merupakan terobosan yang patut didukung dan menjadi suatu kebijakan baru  kepada siswa siswi dari golongan tidak mampu untuk bisa kuliah gratis.

Namun peningkatan subsidi biaya hidup itu, ada kecewa dan rasa tidak puas. Pasalnya, dalam tayangan YouTube Kemendikbud, Ketua  Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Abdul Kahar menyampaikan bahwa kebijakan perubahan KIP-K Merdeka hanya berlaku bagi angkatan baru yakni angkatan 2021 dan tidak berlaku untuk angkatan sebelumnya.

Hal itu mendapat tanggapan serius dari Ketua Umum Bidikmisi Untad, Muh. Iksan H menegaskan, kalau permasalahan ini jelas tidak sepakat karena semua sama-sama penerima beasiswa Bidikmisi yang digantikan jadi KIP-K di tahun 2020 seharusnya disamakan kenaikanya untuk menyeluruh ke semua penerima beasiswa.

“Namun berpikir realistis saja, mungkin pemerintah belum mampu menanggung semua itu, tapi kalau istilahnya kakak iri dengan adik ya kurang srek aja. Dan seharusnya kita juga sudah bersyukur dengan biaya yang diterima saat ini Alhamdulillah kalo saya bilang sudah cukup mencukupi lah, apalagi di Untad sendiri kita dibayarkan UKT-nya. Lalu diberikan biaya hidup dengan jumlah yang lumayan banyak,” ungkap Iksan saat dihubungi Via WhatsApp, Kamis (1/4/2021).

Lanjut Iksan, terkait masalah dukungan kampus tentunya akan sangat diperlukan terkait kenaikan ini, karena tentunya aspirasinya akan lebih cepat dan mudah tersampaikan ke pusat.

“Harapannya agar bagaimana apa yang diaspirasikan dari teman-teman mahasiswa penerima beasiswa ini dapat tersampaikan, ditanggapi dan direspon oleh pemerintah pusat serta betul direalisasikan,” harapnya.

Hal senada disampaikan Aditya Dimas Pratama Putra, Mahasiwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan yang juga sebagai penerima Bidikmisi.

Adit menegaskan selaku peneriman Bidikmisi juga secara manusiawi ingin mendapatkan kenaikan seperti mahasiswa KIP-K 2021, karena mengenai biaya hidup Rp.700 ribu/bulan itu belum bisa mengakomodir semua kebutuhan sehari-hari.

“Menurut saya tidak adil, dikarenakan biaya hidup antara satu kota dengan kota lainnya tidak akan sama, dan juga bisa dikatakan makin kesini biaya hidup di Palu makin meningkat, kemudian biaya praktek/buku dan alat perkuliahan juga meningkat,” kata Adit.

Tentunya dengan sistem KIP-K seperti 2021 dengan klusternya akan meningkatkan biaya hidup dan setidaknya bisa membantu mahasiswa.

“Tapi sayangnya hal tersebut baru diterapkan pada KIP-K 2021, padahal mahasiswa Bidikmisi 2018, 2019, dan KIP-K 2020 juga butuh kenaikan dana biaya hidup,” tegasnya.

Lanjutnya, jika kampus bisa mewadahi aspirasi mahasiswa ini, mahasiswa penerima beasiswa akan sangat berterima kasih.

“Seperti berita yang beredar, saat ini Mahasiswa Penerima Bidikmisi 2018,2019, dan KIP-K 2020, sedang gencarnya membuat petisi, itu menandakan bahwa hal ini betul-betul harus disuarakan dan bila perlu semua kampus di Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Bidikmisi tiap kampus untuk melaksanakan diskusi dengan Kemendikbud akan hal ini,” jelasnya.

“Harapan saya semoga dengan adanya petisi yang sedang beredar saat ini, bisa menjadi perhatian oleh Kemendikbud dan dapat melahirkan keputusan yang tepat untuk semua penerima Bidikmisi,” harap adit

Sementara itu, mahasiswa penerima Bidikmisi Moh. Mufti Ali dari Fakultas Fisip, Jurusan Ilmu Pemerintahan menanggapi hal tersebut dengan tegas mengatakan pemerintah harus memperjelas kenapa mahasiswa penerima KIP-K dinaikkan sedangkan Bidikmisi tidak.

“Apakah ada hal yang urgen atau hanya bentuk menganaktirikan di dalamnya, kita butuh penjelasan mengenai ini karena jangan sampai anak Bidikmisi merasa tidak dipedulikan,” pungkasnya.

Reporter: Jumriani

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed