oleh

Jalan Bela – Kopeang Tertimbun Longsor, Warga Gotong Royong Kerja Jalan Sementara

Celebesta.com – MAMUJU, Akses jalan menuju Desa Bela dan Desa Kopeang tertimbun material longsor saat gempat bumi magnitude 6,2 mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene pada 15/01/2021. Guna mengantisipasi masyarakat di desa Bela dan Kopeang bergotong royong untuk membuat jalan sementara.

Sekretaris Desa Bela, Supriadi mengatakan ada 27 titik longsor yang mentutup ruas jalan Bela – Kopeang, 17 titik longsoran diantaranya memiliki ketinggian/ketebalan mencapai 4 meter. Untuk membersihkan longsoran pada masa tanggap darurat sudah diupayakan dengan menggunakan alat berat, tetapi tidak dapat dikerjakan karena operator tidak berani, sebab kondisi tanah yang masih labil.

“Sudah ada alat berat yang akan membersihkan pada satu minggu setelah gempa, namun belum bisa membersihkan material longsoran, karena masih lembek dan terjal sehingga membuat operator excavator tidak berani untuk mengerjakan,” kata Supriadi Jumat (5/3/2021).

Sulitnya akses jalan, membuat masyarakat berinisiatif untuk membuat jalan sementara di atas material longsoran dengan bergotong royong dengan menggunakan alat seadanya untuk membuat jalan motor dengan cangkul dan sekop, sementara pohon yang turut menimbun ruas jalan dipotong dengan menggunakan senso serta peralatan lainnya.

“kami bersama masyarakat desa Bela dan Kopeang melakukan gotong royong 4 kali untuk membersihkan material longsoran dengan menggunakan alat seadanya,” ungkapnya.

Sekdes Bela menyatakan jarak pemukiman dan jalan yang tertutup longsor sekitar 15 Kilo meter, sehinnga masyarakat harus bermalam di titik longsor yang akan di bersihkan, karena tidak memungkinkan kembali ke rumah.

“Kami yang berada di Bela dan Kopeang, kendala terbesar yang dihadapi adalah jalanan yang terputus akibat longsor, mengingat hasil perkebunan kami tidak bisa lagi dibawa ke pasar di kota kecamatan untuk dijual, karena hanya ini jalan satu-satunya,” jelasnya.

Risban, Bendahara Desa Bela menambahkan selain sulit memasarkan hasil pertanian dan perkebunan, untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat juga sulit, karena masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, seperti minyak, ikan dan lain sebagainya harus belanja di pasar yang berada di kota kecamatan, dan untuk mengangkut ke desa sangat sulit, karena jarak dari kota kecamatan dan Desa Bela berjarak 20 KM.

“Sebelum jalan tertimbun longsor, kami mengangkut dengan motor, tapi saat ini jalan tidak bisa dilalui dengan motor. kondisi ini akan semakin menambah kesulitan masyarakat karena sebentar lagi memasuki bulan suci ramadhan,” ujarnya.

Irpan pemuda desa Kopeang di tempat yang sama mengatakan kegiatan pembersihan untuk masyarakat Bela dan Kopeang dilakukan setiap hari sabtu dan sabtu besok akan kembali lagi bergotong royong untuk membersihkan material longsor.

“pembersihan jalan sudah bisa di lalui pejalan kaki, keterbatasan kami dalam pembersihan jalan, kurangnya alat yang kami perlukan sehingga kami memanfaatkan ranting kayu untuk menggali longsoran. Harapan kami kepada pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat agar segera memperhatikan kondisi jalan kami yang sampai saat ini belum bisa di akses roda dua,” pungkasnya. (Ardi/Unding)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed