Celebesta.com – PALU, Naiknya harga kedelai sejak bulan Desember membuat produsen tahu dan tempe harus memutar otak untuk mengatasi kelangkaan kedelai tersebut. Bahkan diperkirakan kenaikan masih akan terus terjadi hingga bulan Maret mendatang.
Seperti halnya bapak Safran (53) yang merupakan seorang produsen tahu, di Jalan Jati No. 81, Kelurahan Nunu, Kota Palu, mengatakan kelangkaan kedelai tersebut diakibatkan oleh gagal panen yang terjadi di negara Amerika, akibat badai dan juga permintaan impor kacang kedelai ke negara cina naik hingga 2 kali lipat.
“Jadi kedelai ini langka karena di Amerika itu mereka gagal panen, dan di negara cina sendiri permintaan kedelai naik hingga 2 kali lipat, sehingga stok untuk ke Indonesia berkurang,” kata Safran saat ditemui Celebesta.com, Selasa (9/2/2021).
Safran mengatakan hal ini membuat produsen tahu menaikan harga jual tahunya. Untuk harga normal satu cetak tahu di jual dengan harga Rp.38 ribu, dan untuk saat ini harga satu cetak dan tahu di jual dengan harga Rp.45 ribu percetak.
“Kalau harga normal tahu itu biasa dikisaran Rp.38 ribu, itupun posisi kedelai harga Rp.8000/Kg, dan kalau sekarang harga kedelai mencapai Rp.11.000/kg itu naik harganya bisa sampai Rp.45 ribu percetaknya,” imbuhnya.
Saat ini pasokan kedelai miliknya berasal dari daerah Jawa dan kedelai lokal yakni dari daerah Luwuk, Toili.
Ia juga mengatakan, pasokan kedelai lokal masih sangat kurang. Namun meskipun harga kedelai dan tahu naik, ia menegaskan tidak ada penurunan jumlah konsumen dan komplain dari para konsumen.
“Kalau untuk kedelai impornya saya sudah pesan, dan akan datang nanti di awal-awal bulan Maret, dengan harga Rp.11.000/Kg,” tambahnya.
Reporter: Abdul Rauf






Komentar