oleh

Saling Tuding Proyek Bibit Kelor di Bukit Salena

Celebesta.com – PALU, Keberadaan tanaman kelor di pegunungan Paralayang Salena, Kelurahan Buluri mulai menemukan titik terang. Proyek yang dilaksanakan pada tahun 2020 silam dikeluhkan warga pemilik lahan ternyata berasal dari peruntukan dana CSR PLN.

Proyek penanaman pohon Kelor (Moringa Oliefera) dikebun warga lingkungan Salena merupakan bantuan penyediaan dan penanaman bibit kelor untuk mendukung ekosistem dan perekonomian masyarakat. Proyek yang dikerjasamakan oleh Unit Pelaksana Tehnis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Unit Kerja Banawa Lalundu, Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Dinas Kehutanan, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala PLN Area Palu, Wardy melalui Keren Sengke selaku Supervisor SDM dan Administrasi kepada wartawan membenarkan jika proyek bantuan kerjasama penyediaan bibit kelor di lingkungan Salena, Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu merupakan program pemberdayaan yang didanai oleh PLN dari pos anggaran Dana Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2020.

“Iya, program penanaman kelor di Salena adalah program kerjasama antara PLN, UPT KPH Banawa-Lalundu dengan Dinas Kehutanan Provinsi. Kami menyiapkan anggaran dan secara tehnis penyediaan bibit, penanaman dikerjakan oleh kawan-kawan dari dinas dibantu penyuluh pertanian setempat,” jelas Keren kepada Media ini, Senin (25/1) kemarin-red.

Keren Sengke enggan menyebut jumlah pasti dana CSR yang dikucurkan ke program tersebut. Dirinya hanya memastikan bahwa dana yang dikelola oleh UPT KPH Banawa-Lalundu mencapai ratusan juta rupiah.

“Dananya secara pasti saya lupa karena proyeknya sudah lewat di tahun 2020, tetapi yang pasti di bawah satu milyar rupiah,” ungkap Keren.

Sementara Kepala UPT KPH Banawa-Lalundu, Mirwan Lamandura saat ditemui wartawan mengakui jika penyediaan bibit, penanaman kelor di wilayah perbukitan Salena Tahun 2020 dikelola oleh Pihaknya. Tetapi secara tehnis dirinya menolak menjelaskan dengan dalih dirinya baru menjabat per Desember 2020.

“Saya akui proyek itu dikelola oleh UPT KPH Banawa-Lalundu, tetapi saat itu bukan saya yang menjabat, saya baru dilantik per Desember 2020 barusan, jadi secara tehnis saya tidak faham,” elaknya.

Mirwan yang mengaku mantan aktivis PRD tersebut meminta wartawan mengkonfirmasi kepada pejabat sebelumnya.

“Kalo boleh silahkan konfirmasi kepada pejabat sebelum saya, yang sekarang berdinas di Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya, Senin (25/01/2020).

Seperti diberitakan dari media online Celebesta.com edisi, Jumat (22/01/2020), sejumlah masyarakat keberatan dengan penanaman kelor dikebun warga oleh penyuluh pertanian, petugas UPT KPH Banawa-Lalundu di lingkungan Salena, Kelurahan Buluri, Kota Palu karena tidak dilakukan sosialisasi.

“Bibit kelor itu ditanam tidak pamit ke kami pemilik lahan, baru penyuluh pertanian terkesan arogan terhadap warga pemilik lahan, kami seperti tidak dianggap,” keluh Haerul.

Sementara Larota, salah satu tokoh pemuda di Salena mengatakan pihak PLN dan Dinas Kehutanan tidak pernah melakukan sosialisasi terkait program tersebut.

“Mereka (PLN dan Dinas Kehutanan) tidak pernah sosialisasi tentang ini, sekarang malah banyak pohon kelornya mati,” tegas Larota.

Penyuluh pertanian wilayah Kecamatan Ulujadi, Wahid Gunawan melalui masangger kepada salah satu wartawan mengatakan penanaman kelor di lingkungan Salena adalah proyek percobaan.

“Ditanami, baru itu percobaan tanam kelor di atas dan ternyata tidak cocok,” tulisnya di akun Masanggernya.*

Editor: Arman Seli

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan