oleh

Koalisi Masyarakat Sipil Sulteng: Pilkada akan Memperparah dan Memperluas Penularan Covid-19

celebesta.com – Palu, Pastikan Pilkada Berjalan Demokratis, Jujur, Adil dan Damai Di Sulawesi Tengah (Sulteng). Selain Pemilihan Gubernur, delapan Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah juga akan menggelar Pilkada.

Dua hari lagi akan berada pada masa minggu tenang dan satu minggu ke depan tepat tanggal 9 Desember akan tiba pada hari pemilihan calon Gubernur dan Bupati/Walikota di TPS.

“Menjelang masa minggu tenang adalah waktu yang tepat bagi pemilih untuk bisa mengoptimalkan pertimbangan dan memantapkan pilihan pasangan calon gubernur serta walikota/bupati,” jelas Abdul Haris, Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Sulawesi Tengah Untuk Pilkada Damai, melalui pernyataan sikapnya, Kamis (3/12/2020).

Di Sulawesi Tengah sendiri sejak dimulainya tahapan Pilkada, penularan Pandemi Covid-19 semakin bertambah dan meluas. Kurang dari dua minggu menjelang pemungutan suara, per 2 Desember 2020 Pusdatina Sulteng melaporkan jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 1.903 kasus.

“Patut diduga bahwa salah satu faktor utama yang signifikan berkontribusi terhadap peningkatan penularan tersebut diakibatkan dari banyaknya kegiatan kampanye kandidat Pilkada Provinsi dan Kabupaten/Kota yang cenderung mengabaikan protokol Covid-19,” ungkapnya.

Dari tinjauan kami sebagai Organisasi Masyarakat Sipil, makin hari situasi politik Sulteng justru semakin memanas. Saling klaim kemenangan paslon dan pendukungnya terjadi di lapangan dan media sosial, padahal pemungutan dan penghitungan suara belum dilaksanakan.

“Tak pelak lagi ujaran kebencian, caci maki, saling bully di media sosial pun terjadi. Bahkan di Kota Palu kami menemukan dugaan terjadinya intimidasi terhadap pemilih oleh paslon tertentu,” lanjutnya.

Berbagai hal tersebut menurut kami sangat berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik horisontal di tengah masyarakat serta mencederai semangat Pilkada demokratis, jujur, adil dan damai.

Meskipun mendapatkan kecaman dan penolakan dari organisasi masyarakat sipil dan ormas keagamaan, di tengah semakin mengganas dan meluasnya penularan Pandemi Covid-19, pemerintah bersama DPR-RI serta KPU sebagai penyelenggara tetap bersikukuh menggelar Pilkada Serentak 2020.

“Meskipun KPU mengklaim akan menerapkan protokol Covid-19, namun tidak ada jaminan jika Pilkada tidak akan memperparah dan memperluas penularan Covid-19,” ungkap Koordinator Koalisi itu.

Karena Pilkada ini mempertaruhkan keselamatan rakyat, sehingga semua pihak yang terlibat harus memastikan Pilkada Sulteng dan Kabupaten/Kota berjalan dengan damai, demokratis, jujur dan adil sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945.

Adapun Koalisi Masyarakat Sipil Sulawesi Tengah Untuk Pilkada Damai terdiri dari WALHI Sulteng, JATAM Sulteng, SP Palu, Sulteng Bergerak, YTM, Sikola Mombine, Libu Perempuan, YPAL Poso, dan SP Poso. (AR/mk)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan