oleh

Audiensi Penyintas dengan Pemkot Palu Tak Menuai Hasil

celebesta.com – Palu, Penyintas Kota Palu yang menempati hunian sementara (Huntara) Lapangan Koni dan Tavanjuka didampingi Sulteng Bergerak melakukan audiensi bersama Pemerintah Kota Palu (Kemarin-Red).

Pertemuan yang berlangsung di Masjid Lokasi Huntara Lapangan Koni tersebut dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu dan Dinas Kesehatan Kota Palu.

Sebelumnya, Sulteng Bergerak melayangkan surat resmi kepada PLT. Wali Kota Palu untuk menghadiri pertemuan bersama dengan para penyintas. Sayangnya, mantan Wakil Wali Kota Palu periode 2016-2020 tidak hadir dalam pertemuan tersebut karena ada agenda lain.

Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Sulteng Bergerak, Freddy Onora menyangkan ketidak hadiran PLT. Wali Kota Palu untuk mendengarkan sejumlah masalah penyintas.

Padahal kata dia, jauh sebelumnya pihaknya sudah melayangkan surat dan telah mengkonfirmasi kehadiran PLT. Wali Kota Palu.

“Awalnya, protokoler Wali Kota Palu memberikan informasi bahwa PLT. Wali Kota Palu akan hadir. Namun, tiba-tiba mereka batalkan saat pertemuan itu hendak dilangsungkan. Ini tentu sangat mengecewakan kami, terutama para penyintas,” tutur Fredy.

Menurut Freddy, pertemuan tersebut telah melalui proses perencanaan panjang, mulai dari membangun komunikasi dengan Pemkot Palu hingga melayangkan surat resmi.

Hal ini, kata dia, agar Pemkot Palu menghargai keinginan besar penyintas untuk berkomunikasi secara terbuka dengan pemerintah Kota. Tetapi, menurut Freddy sikap Pemkot seakan-akan tidak menghargai niat baik para penyintas.

“Kita sebenarnya berharap Pemkot Palu memberikan jalan keluar atas kompleksitas masalah warga, seperti kejelasan zona rawan bencana yang berdampak pada relokasi warga, pemenuhan hak dasar penyintas, fasilitas kesehatan dan skema bantuan hunian yang masih simpang siur sampai dengan hari ini,” tandasnya.

Lebih lanjut, kata Freddy kondisi penyintas selama kurang lebih dua tahun pasca bencana sangat memperihatinkan mulai dari kondisi Huntara yang sudah mulai rusak, minimnya air bersih, berakhirnya masa kontrak tanah di lokasi huntara dan pelayanan hak dasar yang buruk. Bahkan kata dia, banyak masalah sosial terjadi di Huntara, mulai dari kekerasan hingga kasus-kasus bunuh diri.

“Pemkot Palu nyaris tak hadir di tengah-tengah penyintas, indikatornya bisa dilihat dari kasus bunuh diri. Paling terbaru kasus pembunuhan terhadap penyintas yang hari-harinya berprofesi sebagai ibu rumah tangga,” kata dia.

Menanggapi pernyaataan tersebut, Pemkot Palu yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas PU Kota Palu, Iskandar Arsyad, menegaskan bahwa tidak benar jika Pemerintah Kota Palu tidak bekerja dalam proses percepatan pemulihan pasca bencana. Menurutnya, sejak awal pemerintah sudah bekerja secara optimal meskipun masih banyak kekurangan.

“Salah besar jika ada yang mengatakan Pemkot tidak bergerak. Persoalan belum tercatat dan terdaftar silakan langsung ke BPBD. Mungkin masyarakat tahu atau tidak tahu itu karena kurangnya sosialisasi,” tandasnya.

Iskandar juga mengakui bahwa ada oknum yang ‘bermain’ terkait skema bantuan yang semestinya diterima Penyintas. Dia juga menegaskan bahwa jika terjadi hal tersebut harus segera dilaporkan agar bisa diproses secara hukum.

Sementara itu, BPBD Kota Palu yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Bambang Subarsyah mengatakan bahwa persoalan relokasi dan zona merah ini memang terbentur dari kondisi etnografis masyarakat. Persoalan lain yang dihadapi adalah data, dia menghimbau agar warga segera mengecek langsung terkait data Penyintas di BPBD.

“Orang yang berada di zona merah tidak bisa lagi mendapatkan dana stimulan, harus relokasi. Tapi memang persoalannya kearifan lokal kita, ada sebagian masyarakat yang tidak bisa meninggalkan tempat mereka hidup,” kata dia.

“Terkait skema bantuan, kalau ada waktu, silakan bapak/ibu langsung cek datanya di BPBD agar bisa segera diverifikasi,” tegasnya.

Reporter: Arman Seli

Editor: Redaktur

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed