oleh

Gubernur Sulteng Tawarkan Tokoh Adat, Berperan Berikan Denda Kepada Pelaku Perusakan Hutan

POSO – Celebesta.com, Mencegah banjir yang disinyalir akibat kerusakan hutan, maka salah satu langkah yang ditawarkan Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, yaitu pemberian denda adat bagi para pelakunya.

“Saya harap peran tokoh adat untuk menindak mereka,” tegas Gubernur saat dialog bersama aparat Desa di Lokasi.

Gubernur Sulteng memimpin langsung rombongan terbatas menuju Kabupaten Poso untuk penyerahan beras dan peninjauan banjir di Kecamatan Lore Utara, Lore Pioere dan Lore Timur.

Turut dalam rombongan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Ir. B. Elim  Somba, M.Sc, Kalak BPBD Dr. Bartholomeus Tandigala, CES, Kadis PU Bina Marga Dr. Syaifullah Djafar, MM, Kadis Sosial, Drs. H. Ridwan Mumu, M.Si dan Kato Humas Protokol Drs. Moh. Haris.

Pada 3 Desa terdampak di wilayah Lore Utara, Gubernur Longki Djanggola, menyerahkan simbolis bantuan beras ke Kepala Desa sambil mendata jumlah pasti Kepala Keluarga (KK) terdampak yang akan menerima bantuan serupa dari Dinas Sosial.

Selain beras ikut diserahkan bantuan masker kain, mengingat bencana saat ini kata Gubernur ada dua yaitu banjir dan wabah virus corona (Covid-19).

“Sayangi keluarga, sayangi masyarakat, jangan dulu salam-salaman dan kurangi keluar rumah kalau tidak penting,” ucap Gubernur.

Sementara itu, Kadis Sosial, Ridwan Mumu menjelaskan, bahwa bantuan pangan berupa beras pada setiap kejadian bencana melekat di Dinas Sosial.

Penyaluran beras ke pengungsi jelas mantan Kato Humas Protokol ini, dihitung sesuai jumlah KK terdampak banjir.

Dari data Kadis, ada 9 KK terdampak di Desa Watumaeta, 42 KK di Desa Kaduwaa dan 70 KK di Desa Banyusari, total semuanya 121 KK.

“Masing-masing KK terdampak akan menerima 20 kilo beras,” tandasnya. (MLD)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan