PARIMO – Celebesta.com, Dampak virus corona atau Covid-19, salah seorang warga Desa Ulatan, berinisial GR yang baru saja pulang dari Kota Palu, akibatnya dijauhi oleh tetangga.
“Saya datang dari Kota Palu, hari Sabtu dari Palu, langsung heboh di Desa Ulatan, Dusun 5,” kata salah seorang warga Desa Ulatan, GR, kepada Celebesta.com, Senin (04/05/2020).
Ia menuturkan, siang tadi ibunya membeli susu di salah satu kios, namun tidak dilayani.
“Dalam hatiku apakah saya sudah ada virus sampai ibu saya juga diperlukan seperti itu,” tuturnya.
Dari Pemerintah Desa sendiri, kata GR, sudah memberitahukan kepada dirinya untuk sementara waktu melakukan karantina mandiri selama 14 hari.
“Mungkin dipikir tetangga, saya kan satu rumah dengan mama jadi sampai mama saya juga dihindari,” ujarnya.
“Saya sempat ditelpon Kades, ditanyakan siapa itu, saya hanya menjawab itu tetangga,” imbuhnya.
Bahkan hal itu, termuat dalam status pribadi GR dalam akun Facebook miliknya Kopi Senja.
“Lama-lama ini bukan mati karena corona tapi mati karena kelaparan, apa tidak ada menerima penjual disini,” tulisannya dalam akun Facebooknya.
Ia menerangkan bahwa dirinya telah diperiksa oleh Tim Kesehatan Kecamatan Palasa, hasil menunjukkan bahwa kondisi tubuhnya normal.
Sementara itu, Ketua Tim Relawan Covid-19 Desa Ulatan Idzhar Lasau saat dikonfirmasi mengatakan, warga hanya melakukan pencegahan saja terhadap orang yang baru pulang dari daerah yang terindikasi.
“Saya kira warga juga was-was ditengah situasi pandemi Covid-19 ini, yang bersangkutan tinggal satu rumah dengan ibunya, jadi otomatis apabila terjangkit virus corona, orang tuanya juga kena,” katanya.
“Jadi warga bukannya menjauhi, tapi warga lebih melakukan pencegahan, sebab perlu kewaspadaan dari masyarakat terhadap Covid-19, setiap orang yang datang dari daerah terindikasi,” lanjut dia.
Menurut dia, jika yang bersangkutan perlu sesuatu kiranya dapat menghubungi kepala dusun atau Pemerintah Desa setempat.
Dari Tim Relawan Covid-19 Desa Ulatan sendiri, Idzhar menjelaskan, sudah melakukan pencegahan melalui penyemprotan disinfektan di rumahnya.
“Tadi malam kita langsung lakukan penyemprotan di rumahnya,” jelasnya.
“Kami akan lanjutkan dengan kordinasi dengan Kepala Desa, jadi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat jadi yang bersangkutan tidak merasa termarjinalkan,” tutupnya.
Sampai berita ini naik, Celebesta.com mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Ulatan, namun belum ada tanggapan. (MLD)






Karantina mandiri itu perlu di lakukan warga apa bila warga tersebut baru balik dari kota atau pun wilayah yang sudah terindikasi zona merah covid 19.sebenarnya masyarakat tidak menjauhi tapi mereka sadar bahwa wabah atau virus ini jangan di anggap remeh, lebih tepatnya mereka mencegah bukan menjauhi, apa lagi warga tersebut baru datang dari kota palu tentu dia sudah berinteraksi dengan ibu nya yang kebetulan tinggal satu rumah dengan nya, wajar jika warga di kompleks tempat tinggalx itu timbul rasa was_was apa lagi warga selalu abdet pemberitaannya media saat ini yang makin gencar yang memberitakan tentang covid 19
#Dirumahaja
#jagajarak
#putusrantaipenyebaranCorona
#selaluHidupBersij