oleh

Disela-Sela Nyemaru, Bupati Sekadau Serahkan SK Penetapan Masyarakat Adat Koman

Celebesta.com – SEKADAU, pada tanggal 24 Februari 2024, Masyarakat Adat Dayak Koman yang meliputi Desa Cenayan dan Desa Tamang, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau menerima penyerahan SK Penetapan Masyarakat Adat oleh Bupati Sekadau.

SK Bupati Nomor 189/338/DPMD-C/2022 tanggal 30 Desember 2022 tentang Pengakuan dan Perlindungan MHA Sub Suku Dayak Koman, Desa Tamang-Cenayan, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau diserahkan oleh Bupati Sekadau pada saat upacara adat syukuran panen padi baru atau Nyemaru.

Selain mengakui dan melindungi Masyarakat Adat Dayak Koman, SK penetapan ini juga mengakui sejarah, wilayah adat, hukum adat, harta kekayaan dan benda-benda adat, lembaga adat, sistem pemerintahan adat dan sistem peradilan adat suku dayak Koman di Desa Tamang dan Desa Cenayan berdasarkan Pasal 17, ayat (3), huruf a sampai dengan huruf g, Perda Kabupaten Sekadau Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

Silo, tokoh masyarakat Mahap dan anggota Dewan AMAN Daerah (DAMANDA) Sekadau mengungkapkan, terima kasih dan penghargaannya kepada Pemkab Sekadau, atas ditetapkannya masyarakat adat Dayak Koman, sebagai Masyarakat Adat di Kabupaten Sekadau, meskipun penetapan ini terasa sangat lamban.

Silo berharap, semoga penetapan ini memberikan kejelasan hak atas wilayah adat dan sumber-sumber kehidupannya kepada masyarakat adat Dayak Koman, ditengah ancaman krisis global, energi dan pangan.

“Dengan penetapan ini, diharapkan Pemerintah Daerah Sekadau sungguh-sungguh menjalankan wewenang dan tanggungjawabnya, sebagaimana amanat Pasal 25, Perda Nomor 8 Tahun 2018,” tegas Silo.

Lebih lanjut, Agustinus Seang, Sekretaris Desa Cenayan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas penetapan masyarakat adat Dayak Koman tersebut.

Seang berharap kepada Masyarakat adat yang telah ditetapkan untuk menjaga, melindungi dan mengelola wilayah adatnya secara bijaksana dan berkelanjutan. Sebab upaya menetapkan masyarakat adat dayak Koman telah dimulai tahun 2017 sejak Dayak Koman menjadi anggota AMAN.

“Terima kasih kepada PD AMAN Sekadau, para ketua adat, para senior yang telah lama memikirkan nasib dan keberlangsungan hidup orang-orang Koman kini dan di masa mendatang,” ujar Seang.

Senada dengan Seang, Yulius Acong dan Obeng, tokoh masyarakat adat Dayak Koman, juga menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya. Acong berharap masyarakat adat Koman semakin menyadari pentingnya diakui dan dilindunginya masyarakat adat oleh pemerintah daerah.

Sebagai tokoh adat di Kabupaten Sekadau, khususnya di Kecamatan Nanga Mahap, Acong meminta pemerintah daerah melakukan proses-proses pemberdayaan masyarakat adat, khususnya kepada perempuan adat dan pemuda adat agar memiliki kemampuan untuk melindungi dan memanfaatkan wilayah adatnya, dimana tersedia hutan dan lahan untuk keberlanjutan masyarakat adat setempat, pasca penetapan.

Dihubungi via telepon, Vinsensius Vermy, Ketua BPH AMAN Kabupaten Sekadau, mengucapkan terima kasih kepada pemkab Sekadau yang telah bersedia menetapkan Masyarakat Adat Dayak Koman melalui SK Nomor 189/338/DPMD-C/2022 tanggal 30 Desember 2022.

“Pengurus Daerah AMAN Kabupaten Sekadau (PD AMAN Sekadau) masih menunggu kebaikan hati Pemkab Sekadau untuk menetapkan Masyarakat Adat lainnya, khususnya anggota AMAN,” harap Vermy.

Pengakuan sebagaimana dimaksud dalam Perda Sekadau Nomor 8 Tahun 2018 bertujuan untuk pengembalian eksistensi Masyarakat Adat, menjamin terpenuhinya hak-haknya, agar dapat tetap hidup, tumbuh dan berkembang sebagai suatu kelompok masyarakat, berpartisipasi sesuai harkat dan martabat kemanusiaannya serta terlindungi dari tindakan diskriminasi.

“AMAN terus mengawal proses lanjutan pasca penetapan Masyarakat Adat ini, untuk memastikan terpenuhinya hak-hak dasar Masyarakat Adat sebagaimana dijamin oleh UUD 1945,” tegas Vermy. (*/mk)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan