oleh

BPAN Libatkan Sekolah Adat Arus Kualan dalam Diskusi Pengetahuan Tradisional

JAKARTA-Celebesta.com, Sekretariat Nasional, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) dan Global Climate Strike Indonesia menggelar diskusi tentang pengetahuan tradisional. Dalam diskusi via zoom tersebut melibatkan anak-anak Sekolah Adat Arus Kualan, Senin (28/08/2023).

Michelin Sallata, Ketua Umum BPAN kepada celebesta.com mengatakan diskusi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian aksi iklim anak muda Indonesia yang sadar akan pentingnya pemeliharaan pengetahuan tradisional masyarakat adat dan inisiatif besar kaum muda adat bagi keberlangsungan hidup masyarakat di tengah krisis iklim.

“Tujuan diadakannya diskusi ini, untuk menjalin solidaritas kaum muda adat dan pemuda adat lainnya yg menyuarakan tentang keadilan iklim,” terang Chelin sapaan akrabnya.

Diskusi tersebut turut dihadiri Plorentina Dessy , founder Sekolah Adat Arus Kualan sekaligus anggota BPAN di Kalimantan Barat.

Dessy menjelaskan perjalanan Sekolah Arus Kualan. Menurut dia, salah satu kendala yang dialami adalah saat memproses data seperti riset, survey dan membuat buku. Walaupun demikian pembelajaran di Sekolah Adat Arus Kualan tetap berjalan.

“Di sekolah Adat anak-anak Belajar menari, permainan tradisional, Alat Musik Tradisional Sape dan tentang obat-obatan,” kata Dessy.

Dengan adanya Pembelajaran di Sekolah Adat Arus Kualan terbukti saat menyampaikan materi dalam diskusi tersebut anak-anak bangga dengan bahasa Daerah dan mengenali berbagai tanaman tradisional.

“Sekolah adat belajar pendidikan adat. Di masing-masing masyarakat adat itu memiliki pengetahuan tradisional,”‘ terang Dessy.

Dalam diskusi itu juga anak-anak sekolah ada membawakan materi tentang pengetahuan Tradisional.

Menurut pengakuan anak-anak sekolah adat disesi tanya jawab bahwa mereka Senang bermain di hutan karena mereka banyak mendapatkan pengetahuan dan bisa mengambil sayur-sayuran.

Sebagaimana diketahui bahwa Sekolah Adat Arus Kualan yang berdiri sejak 2014 itu berada di Daerah Simpang Hulu Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.(AS)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan