oleh

Jambore Nusantara III dan Konferensi Pemuda Asia Tenggara II Digelar di Bali

BULELENG – Celebesta.com, Jambore Nusantara III dan Konferensi Pemuda Asia Tenggara II berlangsung di Wilayah Masyarakat Adat Dalem Tamblingan, Catur, Desa Gobleg, Munduk, Gesing dan Umejero, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Jambore Nusantara III itu di gelar pada 20-25 Agustus 2023 dan dihadiri 132 peserta dari Indonesia, Laos, Filipina, Thailand, Myanmar, Vietnam dan Kamboja, termasuk  Panitia penyelenggara, Fasilitator dan Relawan atas kerjasama Samdhana Institute, Baga Raksa Alas Mertajati (BRASTI) dan Yayasan Wisnu.

Martua T. Sirait, P.hD, Direktur Samdhana Institute Operasional Indonesia saat ditemui Celebesta.com, Senin (21/08/2023) di Kabupaten Buleleng mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan Jambore Nusantara III yang sudah dilakukan sebelumnya jambore Nusantara pertama dan kedua di Asia Tenggara.

“Kita juga melakukan konferensi pemuda Asia Tenggara pertama, semua ini dilakukan sebelum Covid-19 tetapi terpotong dan baru saat ini bisa kita lakukan. Jadi kita gabungkan saja Jambore Pemuda dan Konferensi Pemuda Asia Tenggara,” terang dia.

Adapun tujuannya Jambore tersebut, kata Bang Martua sapaan akrabnya merupakan bagian dari perayaan 20 Tahun  Samdhana Institute dengan tema: Listening and CoCreating; Mendengar Suara Alam dan Suara generasi Muda di masa depan.

“Mendengarkan, berkarya bersama dan Kita memberikan kesempatan, membuka peluang kepada anak-anak muda di Asia Tenggara maupun di Indonesia untuk bertukar pikiran,” jelasnya.

“Kita coba ambil usia paling tinggi 30 untuk mendiskusikan pengalaman-pengalaman mereka menghadapi perubahan iklim dan juga menyempatkan mereka berdiskusi dengan para tetua adat untuk saling mendengar Kearifan budaya yang diajarkan di satu tempat dan tempat lain yang masih bertahan dan justru berkontribusi penting bagi mitigasi perubahan iklim, mencegah kondisi planet kita agar tidak menjadi lebih parah,” sambung Dia.

Menurut Bang Martua bahwa Samdhana Institute berdiri dan dideklarasikan 20 tahun yang lalu dengan berbagai latarbelakang, mulai dari aktivis senior hingga akademisi yang terkenal di kalangan pergerakan.

“Kita tidak menjadi lembaga yang melakukan advokasi, Samdhana Institute memberikan kesempatan kepada anak muda dengan pemikiran-pemikiran baru, cara baru mengahadapi masalah keadilan lingkungan bagi mereka yang tidak terdengar suaranya dengan memberikan dukungan pendanaan, teknis, kesempatan bertemu, membangun wacana, menampilkan gagasan baru, serta bertukar pikiran,” ungkap Dia.

Dirinya juga menuturkan bahwa saatnya  generasi muda melakukan tindakan. Jika   selama ini tak terdengar, maka sekarang harus bisa terdengar.

“Kami percaya dengan memberikan sumber daya pendanaan, pengetahuan, network kita akan lebih maju,” kata Dia.

Direktur Samdhana Operasional Indonesia itu berharap dari Jambore ini, lahir calon pemimpin baru dari laki-laki, perempuan, serta penyandang disabilitas untuk berkarya.

“Sehingga tidak ada yang ditinggalkan dalam pembangunan yang kita sebut keadilan lingkungan,” tutupnya. (Foldi/AS)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan