oleh

Walhi Sebut Banjir Yang Terjadi Dibahodopi Diduga Akibat Kerusakan Alam

Celebesta.com — PALU, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Tengah menduga banjir yang terjadi di Kecamatan Bahodopi merupakan kerusakan alam akibat ekploitasi nikel.

“Meskipun yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng penyebab terjadinya banjir di Bahodopi karena intensitas hujan yang sangat tinggi, tetapi ada faktor utama penyebab terjadinya banjir tersebut, ” ujar Sunardi Direktur Walhi Sulteng (28/6/2022).

Sunardi menduga, ada beberapa faktor penyebab terjadinya banjir di Bahodopi. Dirinya menyebut di Kecamatan Bahodopi di Wilayah Industri Morowali memiliki 30 perusahaan didalamnya sehingga dirinya menduga faktor utama banjir merupakan kerusakan alam akibat eksploitasi nikel.

“Ini masih dugaan kami, karena belum ada investigasi yang mendalam. Adapun penyebab intensitas hujan jauh sebelumnya bisa dilihat dengan kasat mata bagaimana kemudian dengan pelepasan kawasan hutan akibat pertambangan disana juga menjadi salah satu penyebab utama,” katanya.

Kemudian, dikarenakan kondisi di Bahodopi tidak mempunyai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sehingga sampah-sampah buruh karyawan IMIP dan masyarakat setempat berserakan.

“Kondisi sampah dibahadopi juga hanya berserakan tidak mempunyai pengelolaan sampah yang lebih efektif terkait dengan lingkungam disana maka itu juga yang menjadi salah satu penyebab banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, infrastruktur drainase juga menjadi pemicu terjadinya banjir, sehingga menurutnya itu juga harus di perbaiki serta perbaikan aliran sungai Sehingg banjir tidak lagi merendam wilayah pemukiman warga.

“Pemerintah daerah morowali juga harus lebih memperhatikan situasi ini dan segera menyelasaikan permasalahan ini agar tidak lagi terjadi banjir, ” pungkasnya. (Jum)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan