oleh

IWD: Mengulik Pemikiran Nawal El Saadawi

Oleh : Citra Racindy

(Ketua KOHATI Deli Serdang)

DELI SERDANG – Ketika Nawal El Saadawi keluar dari penjara, beliau mengatakan, ada dua rute yang bisa saya ambil. Saya bisa menjadi salah satu dari mereka dengan menjadi budak penguasa, sehingga memperoleh keamanan, kemakmuran, hadiah dinamai (Penulis Besar), dan saya bisa melihat poto saya di koran serta televisi.

Atau saya bisa melanjutkan jalan yang sulit, salah satu yang telah membawa saya ke penjara. Bahaya telah menjadi bagian dari hidup saya sejak saya mengambil pena dan menulis. Tidak ada yang lebih bahaya daripada menempatkan kebenaran di dunia. Tidak ada kekuasaan di dunia yang dapat melucuti tulisan-tulisan dari saya.

Asumsi besar Nawal, yaitu “I believe in freedom, justice, dignity, and equality, between all peoples. Regardless of gender, class, race, religion, color, or any other differences between people”.

Nilai penting perempuan menurut Nawal bahwa “Women are half the society. You cannot have revolution without women. You cannot have democracy without women. You cannot have equality without women. You cant have anything without women”.

Jerat patriarkhi: Mitos kecantikan

I’m very much against make up and high heels and all that we inherit as ‘beauty’. To me, beauty means to be natural, creative, honest, to say the truth. When you are intelligent and beautiful you face a lot of problems. If you are beautiful and stupid then its easy”.

Sebuah Kisah perjalanan bahwa setiap kali aku pergi ke New York atau ke salah satu negara Eropa, mereka berkata, Nawal mengapa engkau tidak melakukan bedah kecantikan? Ku bilang pada mereka “Aku bangga dengan keriput-keriputku, setiap kerutan diwajahku mengisahkan cerita hidupku. Mengapa aku harus menyembunyikan usiaku?”

Kondisi sosial kita sedang sakit maka timbulah diskriminasi terhadap perempuan. Perempuan itu penting, hanya saja sekarang agak sedikit dibela, karena kemarin-kemarin budaya kita tidak terlalu care dengan kepentingan dan kebutuhan perempuan.

Pergesaran kedudukan perempuan terjadi pada lahirnya monarki. Sebab zaman klasik atau zaman pada Nabi Muhammad SAW hingga Khulafaur Rasyidin perempuam mulia. Dari mulai derajatnya yang rendah ditinggikan. Sekarang tidak begitu.

Selamat Hari Perempuan Internasional, semoga kedudukan perempuan bisa kembali lebih baik.(*)

*Tulisan ini sepenuhnya tanggung jawab Penulis.

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan