oleh

Korban Lakalantas Jadi Tersangka, Polres Donggala Bakal di Prapreradilankan

-Featured, Hukum-2.714 views

Celebesta.com – DONGGALA, Almarhum Fadel Muhammad meninggal dunia dalam kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di daerah Kebun Kopi, Kabupaten Donggala, pada 15 November 2020. Meski telah meninggal, Alm. Fadel ditetapkan sebagai tersangka atas kelalaianya oleh Polres Donggala.

Almarhum Fadel sendiri mengendarai sepeda motor dari arah Toboli menuju Palu. Dalam perjalanan pulang, terjadi Lakalantas di daerah Kebun Kopi dengan Mobil Terios yang dikemudikan seorang lelaki dari arah Palu.

Kasatlantas Polres Donggala IPTU Atmaji Sugeng Wibowo S.T.K S.I.K menjelaskan kronologis kejadian, termasuk proses penetapan tersangka kepada keluarga Almarhum dan beberapa awak media di ruang kerjanya, Kamis (18/2/2021) kemarin-red.

Kasatlantas menuturkan, gelar Lakalantas tersebut sudah sesuai dengan yang disampaikan oleh saksi yang  menyebutkan bahwa memang Almarhum beriring-iringan menuju ke arah Palu, kemudian  berdasarkan olah TKP, pemeriksaan saksi, dan juga dari gelar perkara yang sudah dilaksanakan.

“TKP-nya pun pada saat itu ditikungan dan tikungan tersebut menimbulkan blind spot kalau istilah Lalulintasnya itu titik buta. Jadi pada saat itu putra ibu mau mendahului cuman karena terkejut otomatis memberikan refleks untuk menghindar, akan tetapi jatuh posisinya putra ibu itu mengarah ke sebelah jalur mobil,” ungkap IPTU Atmaji Sugeng Wibowo.

Kemudian berdasarkan olah TKP, pemeriksaan saksi, dan juga dari gelar perkara yang sudah kami laksanakan, kebetulan pada saat itu dihadiri oleh Waka, Siwas, Kasipopang, dan perwakilan dari Reskrim menyimpulkan bahwa pada Laka tersebut terjadi kelalaian Almarhum.

“Jadi atas dasar tersebut maka dari penyidik di Donggala ini menyimpulkan bahwa kami sudah bersurat ke Kejaksaan dan dari Kejaksaan sudah menerima ataupun mengerti langkah tersebut bahwasanya almarhum di SP 3,” tambahnya.

Sementara itu, penetapan status tersangka terhadap Almarhum itu tidak di terima oleh keluarga korban. Ibu kandung Almarhum Fadel Muhammad, ibu Fatima menilai banyak yang janggal dalam kasus ini.

“Saya tidak bisa terima kenapa anak saya dijadikan tersangka sedangkan anak saya sudah meninggal, bisa tidak orang meninggal di tanya di kuburan apakah kau salah atau tidak. Jadi bagaimana jalur hukumnya ini pak dan tiba-tiba kasus ini diberhentinkan tanpa sepengetahuan saya. Saya datang tanggal 13 Januari 2021 dan pemberhentianya tanggal 11 Januari 2021, kenapa oknum Kepolisian tidak terbuka dengan saya, kan saya minta proses hukumnya sampai dimana prosesnya,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Kepolisian mengatakan kalau Almarhum meninggal dalam perawatan. Pernyataan itu dibantah  oleh Feby Anggraini yang merupakan kakak Almarhum.

“Adik saya tidak mendapatkan perawatan apapun, jelas-jelas adik saya sudah tidak bernyawa dan temanya bilang adik saya meninggal di tempat, dan saya tanyakan juga dengan perawat dan perawat itu bilang kalau adik saya sudah kaku badanya sudah tidak ada nyawanya sampai di rumah sakit, tapi kenapa dikatakan meninggal dalam perawatan, itu yang saya tanyakan juga,” jelasnya.

Pihak kepolisian pun tidak bisa menjelaskan secara detail denah gambar yang dilampirkan di gelar perkara.

“Kami mendapat laporan bahwa ada kecelakaan dan kami langsung pergi menjemput babuknya karena ada di Polres Parigi saat itu yang menemukan di TKP. Pada saat itu kami juga belum melakukan pengukuran karena kami tidak membawa alat ukur itu,” ungkapnya.

Keluarga Almarhum pun tidak puas dengan pernyataan-pernyataan oleh pihak kepolisian maka dari itu keluarga Almarhum meminta agar dilakukan pra peradilan karena dalam kasus ini pihak Almarhum mengatakan banyak kejanggalan.

“Kan selalu Almarhum yang disalahkan. waktu saya datang tanggal 13 mereka selalu mengatakan kelalaian-kelalaian anak saya mestinya itu pihak kepolisian tidak menyampaikan begitu kepada saya karena saya ini terluka, harus pihak pengadilan yang menentukan bukan pihak kepolisian yang menentukan bersalah tidaknya saya punya anak,” tegas ibu Kandung Almarhum.

“Kalau begini terus akan ada Fadel Muhammad selanjutnya diperlakukan begitu. Saya minta pak, supaya penyidik saya di ganti saya tidak merasa puas dan saya ingin ajukan pra peradilan untuk membersihkan nama baik anak saya tercinta,” tutupnya. (Jum)

Share

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed